admin class= admin   •   4 bulan lalu

Ganti Lampu HID: Perhatikan Ini Sebelum Melakukannya

Ganti lampu HID bisa menambah performa komponen penerangan mobil (Shutterstock)
Ganti lampu HID bisa menambah performa komponen penerangan mobil (Shutterstock)

Lampu mobil menjadi komponen yang sangat penting. Fungsinya jelas sebagai penerang saat mengemudi di waktu yang gelap atau cuaca buruk. Lampu mobil sejatinya memiliki berbagai jenis dan fungsinya. Salah satunya adalah lampu High Intensity Discharge (HID). Karena menawarkan sejumlah keunggulan, tak jarang pemilik mobil memutuskan untuk ganti lampu HID pada kendaraannya.

Beberapa waktu belakangan ini, HID digunakan sebagai lampu utama pada sebagian mobil. Pancaran cahayanya begitu terang dan lebih tajam dari lampu halogen. Lampu ini memiliki penerangan yang tinggi daripada lampu halogen, serta visibilitas yang tinggi saat berkendara malam hari. 

Pencahayaannya bisa dua kali lipat lebih terang dari lampu standar. Dari sisi energi listrik yang ditransfer ke energi cahaya bisa lebih efisien hingga 70% dari cahaya lampu standar. Demikian efisiennya, HID memiliki tegangan listrik sebesar 35W, sedangkan lampu halogen berkisar 60W. 

>>> Baca juga: Aturan Warna Lampu Mobil Menurut Undang-undang

Kemudian, jika terjadi gangguan pada lampu HID pun tidak akan padam secara tiba-tiba. Lampu akan meredup secara perlahan, hal ini mengurangi potensi terjadinya kecelakaan bagi pengemudi. Lalu, apakah aman juga bagi pengendara lain yang berpapasan atau pejalan kaki?

Lampu HID yang terlalu terang memang membuat pengendara lainnya atau pejalan kaki yang berpapasan mendapatkan efek silau dari cahaya HID. Bahkan, efeknya bisa mengalami rusak penglihatan. Selain itu, cahaya lampu HID juga bisa mengakibatkan radiasi ultraviolet yang bisa membahayakan kulit jika terkena dalam waktu yang lama. 

Patut diakui bahwa ketahanan lampu HID bisa dikatakan lebih lama, yaitu hingga 2.500 jam pemakaian. Namun, dari sisi harga cenderung lebih mahal jika dibandingkan dengan lampu halogen. Tak heran jika pengguna akan mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk perawatan mobil yang menggunakan lampu HID.

Seperti yang diketahui bahwa lampu HID dapat menyala karena adanya gas xenon dan garam logam yang diuapkan. Proses energi yang dihasilkan supaya lampu HID bisa menyala dengan optimal memang membutuhkan waktu untuk menunggu. 

Namun, gas xenon ini rupanya cukup berbahaya apabila terjadi kebocoran. Lampu ini mudah terbakar apabila aliran arus awal yang tinggi. Hal ini dapat mengganggu bagian elektromagnetik. Salah satu solusinya, Anda bisa mengganti ballast (rangkaian kontrol untuk menyalakan lampu TL) dengan tegangan yang lebih rendah.

Banner Jual Mobil Caroline

Penulis: Anita Nur Fitriany

admin class=

admin   •   administrator