Mada Prastya class= Mada Prastya   •   4 bulan lalu

Ini Beda Oktan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo

Ini Beda Oktan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo
Ini Beda Oktan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo

Penting bagi pemilik mobil untuk mengetahui nilai oktan Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, atau bahkan Premium. Berdasarkan informasi tersebut, pemilik mobil bisa menentukan bahan bakar terbaik untuk kendaraannya yang sesuai spesifikasi mesin.

Pemilik mobil di Indonesia memiliki sejumlah pilihan jenis bahan bakar untuk kendaraannya. Terdapat beberapa merek yang menghadirkan pilihan bahan bakar, mulai dari Pertamina, Shell, Total, AKR, British Petroleum, atau Vivo. Namun dari semua itu, pastinya Pertamina menjadi nama yang paling akrab di telinga.

Wajar saja, sebagai perusahaan milik negara, Pertamina memiliki jaringan stasiun pengisian bahan bakar yang sudah tersebar luas di berbagai daerah di Indonesia. Jenis bahan bakar yang dihadirkan untuk konsumen Tanah Air juga terbilang lengkap, baik untuk bahan bakar tipe bensin ataupun diesel.

Untuk mesin bensin, Pertamina menyediakan bahan bakar jenis Premium, Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Namun dari pantauan CAROLINE.id di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, bensin jenis Premium memang sudah jarang terlihat.

Keberagaman jenis bahan bakar tersebut dapat dilihat sebagai keuntungan bagi konsumen karena bebas memilih. Namun di lain sisi mungkin justru membuat sebagian pemilik mobil bertanya-tanya akan pilihan yang tepat. Apalagi, semuanya sama-sama dapat digunakan untuk mesin bensin.

Tak perlu bingung karena sebenarnya solusi akan hal tersebut cukup mudah. Dengan melihat rasio kompresi mesin dan nilai oktannya, pemilik mobil dapat menentukan jenis bahan bakar yang tepat untuk digunakan.

(Baca juga: Cek Kondisi Mesin Sebelum Beli Mobil Bekas. Bagaimana Caranya?)

Daftar nilai oktan Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Premium

Untuk mesin dengan bahan bakar bensin, Pertamina memiliki jajaran produk cukup lengkap yang siap dipilih, meliputi Premium, Pertalite, Pertamax, hingga Pertamax Turbo. Masing-masingnya memiliki spesifikasi dan nilai oktan yang berbeda-beda. Berikut ialah penjelasan detailnya berdasarkan informasi dari website resmi Pertamina.

1. Oktan Premium 88

Premium menjadi jenis bahan bakar dengan nilai oktan paling rendah yang ada di lini produk bahan bakar bensin Pertamina. Di pasaran, Premium sejajar dengan produk dari Vivo, yakni Revvo 89. Untuk penggunaannya, bensin Premium cocok untuk mobil atau kendaraan dengan kompresi mesin rendah, yaitu di bawah 9:1. Kompresi mesin dengan angka seperti ini banyak ditemui pada mobil-mobil lawas.

2. Oktan Pertalite 90

Jenis bahan bakar Pertalite memiliki banyak peminat. Alasannya antara lain, harga Pertalite relatif terjangkau dan memiliki nilai oktan yang sesuai dengan kebanyakan mobil. Oktan Pertalite berada di angka 90 yang menjadikannya cocok untuk mobil-mobil bermesin bensin dengan rasio kompresi antara 9:1 hingga 10:1.

3. Oktan Pertamax 92

Di atas Pertalite, konsumen dapat memilih Pertamax yang memiliki nilai oktan 92. Nilai tersebut membuatnya cocok untuk digunakan pada mobil-mobil modern yang memiliki rasio kompresi mesin antara 10:1 sampai 11:1. Selain Pertamax, bahan bakar dengan nilai oktan sejenis lainnya ialah Shell Super atau Total Performance 92.

4. Oktan Pertamax Turbo 98

Pertamax Turbo lahir dari kerjasama antara Pertamina dan Lamborghini. Pada 2016, Pertamax Turbo diluncurkan sebagai bahan bakar resmi event Lamborghini Supertrofeo European Series. Diketahui, nilai oktan Pertamax Turbo mencapai 98, cocok untuk mobil dengan rasio kompresi mesin antara 11:1 hingga 13:1.

5. Oktan Pertamax Racing 100

Tak banyak yang tahu bahwa Pertamina juga menyediakan bahan bakar untuk kebutuhan balap yang dinamakan Pertamax Racing. Bahan bakar tersebut memiliki nilai oktan 100 yang hanya bisa dipakai mobil-mobil dengan mesin berkompresi di atas 13:1.

Pengertian Oktan/Research Octane Number (RON)

Dari sekian banyak pilihan jenis bensin yang ada, lantas mana bahan bakar terbaik untuk mobil Anda? Tak sulit untuk menentukannya karena jawabannya bisa dilihat dengan berpatokan pada rasio kompresi mesin mobilnya.

Cara mudah dan akurat untuk mengetahui rasio kompresi itu sendiri ialah dengan melihat lembar spesifikasi kendaraan. Setelah rasio kompresi mesin diketahui, maka pemilik mobil tinggal menentukan jenis bahan bakar yang sesuai. Ambil contoh, rasio kompresi mesin mobil Anda ialah 9 atau 9,5. Maka itu bisa menggunakan bahan bakar Pertalite.

Sebagian pemilik mobil mungkin ada yang bertanya-tanya, apa jadinya jika memilih jenis bahan bakar yang tak sesuai dengan spesifikasi mesin mobil?

Untuk mesin dengan kompresi tinggi, namun menggunakan bensin oktan rendah beberapa efeknya antara lain terjadi lost power. Karena bahan bakar tidak terbakar dengan sempurna. Selain itu, emisi gas buang menjadi lebih tinggi dan secara keseluruhan performa mesin akan merosot.

Sebaliknya, mesin kompresi rendah juga tak disarankan menggunakan bahan bakar oktan tinggi. Efek negatifnya antara lain mesin cepat panas, bahan bakar menjadi boros, dan terjadi pre-ignition (waktu pembakaran yang tidak tepat).

Nah, penting juga bagi pemilik mobil untuk mengetahui arti dari RON yang sejak awal artikel sudah kerap disebut. RON merupakan singkatan dari Research Octane Number. Sederhananya, istilah tersebut menjadi ukuran tingkat ketahanan suatu jenis bahan bakar dalam menerima kompresi.

Ini Beda Oktan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo 01

Tips hemat bahan bakar mobil

Harga bahan bakar memang bersifat fluktuatif. Terkadang mengalami kenaikan, namun terkadang sebaliknya. Walau begitu, tak ada salahnya bagi pemilik kendaraan untuk selalu berusaha menghemat konsumsi bahan bakar mobilnya.

Untuk melakukan hal tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, meliputi:

1. Menjaga kesehatan mesin kendaraan

Salah satu penyebab mobil boros bensin ialah kondisi mesin yang tak terurus. Misalnya, jarang ganti oli atau pengapian yang tak sempurna. Padahal, Anda bisa melakukan pemeriksaan terhadap bagian-bagian tersebut secara rutin untuk menjaga konsumsi bensin mobil selalu efisien.

2. Hindari gaya berkendara agresif

Langkah selanjutnya untuk menghemat bensin mobil Anda ialah berkendara dengan baik. Dalam arti menghindari praktik berkendara agresif. Praktik seperti ini biasanya tercermin dari kebiasaan berakselerasi secara spontan dengan menginjak pedal gas secara dalam-dalam.

Padahal dalam berkendara, sangat disarankan untuk melaju dengan kecepatan yang bertahap. Selain boros bahan bakar, cara berkendara yang agresif juga cenderung berbahaya bagi keselamatan.

3. Cermat memilih rute berkendara

Pemilihan rute berkendara juga menentukan efisiensi bahan bakar. Mencari rute jalan yang relatif lebih lancar untuk menghindari macet dapat Anda lakukan. Selain itu, Anda juga bisa mengatur waktu perjalanan untuk mendapatkan arus lalu lintas yang lebih lengang.

Perlu Anda ketahui bahwa terjebak kemacetan berpotensi membuat konsumsi bahan bakar mobil lebih boros. Walau mobil cenderung berjalan pelan bahkan berhenti. Hal ini dikarenakan konsumsi bahan bakar mobil dipengaruhi beberapa aspek sekaligus. Termasuk kecepatan berkendara yang konstan.

4. Menjaga tekanan angin ban

Untuk menghemat bahan bakar, tekanan angin ban juga memiliki pengaruh. Ban mobil yang kekurangan angin membuat permukaan yang bersentuhan dengan aspal lebih besar. Itu artinya ban akan lebih berat untuk berputar. Guna mengatasinya, Anda perlu memastikan tekanan angin ban mobil dalam taraf ideal. Karena jika terlalu keras pun akan mengorbankan kenyamanan berkendara.

Baca informasi menarik lainnya dari dunia otomotif hanya di blog CAROLINE.id

Artikel menarik lainnya untuk Anda:

Banner - Caroline ID Mobil Anda Terjual Dalam Hitungan 24 Jam
Mada Prastya class=

Mada Prastya   •   administrator

Bepengalaman menulis untuk media otomotif cetak dan online sejak 2012. Kini punya tanggung jawab sebagai Editor CAROLINE.id yang merupakan portal jual beli mobil pilihan Anda.