logo caroline red
menu

Ertiga FWD atau RWD Ini Sistem Penggeraknya

author-image
Caroline.id | 5 Feb 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Saat Sobi Caroline sedang membandingkan Suzuki Ertiga dengan kompetitor lawasnya (seperti Toyota Avanza generasi lama atau Daihatsu Xenia lama), pasti terlintas pertanyaan tentang sistem penggeraknya.

Jawabannya: Sejak lahir pertama kali pada tahun 2012 hingga generasi terbaru Hybrid di tahun 2026 ini, Suzuki Ertiga SELALU menggunakan sistem penggerak roda depan atau FWD (Front Wheel Drive).

Berbeda dengan Avanza lama yang setia dengan RWD (sebelum akhirnya berubah ke FWD pada 2021), Suzuki sejak awal merancang Ertiga sebagai MPV modern yang mengutamakan kenyamanan penumpang, bukan sekadar mobil pengangkut beban.

Mari kita bedah apa implikasi dari sistem FWD ini terhadap performa dan kenyamanan Ertiga.

Mengapa Suzuki Memilih FWD untuk Ertiga?

Keputusan Suzuki menggunakan FWD bukan tanpa alasan. Sistem ini memiliki sederet keunggulan yang membuat Ertiga dikenal sebagai LMPV paling nyaman di kelasnya:

1. Kabin Lebih Luas dan Lega

Ini adalah keunggulan mutlak FWD.

  • Tanpa Gardan: Karena mesin dan penggerak ada di depan, tidak perlu ada terowongan gardan (propeller shaft) yang melintang di bawah lantai mobil menuju roda belakang.
  • Efeknya: Lantai kabin Ertiga bisa dibuat rata dan rendah. Ruang kaki penumpang menjadi lebih lega, dan akses masuk-keluar lebih mudah. Bandingkan dengan mobil RWD yang lantainya cenderung tinggi dan ada gundukan di tengah.

2. Efisiensi Bahan Bakar Lebih Baik

Hukum fisika sederhana: Semakin ringan mobil, semakin irit bensinnya.

  • Minim Komponen: Sistem FWD memangkas banyak komponen berat seperti as kopel panjang dan bonggol gardan belakang. Bobot total Ertiga menjadi lebih ringan.
  • Minim Gesekan: Tenaga mesin langsung disalurkan ke roda depan yang letaknya dekat. Power loss (tenaga yang hilang) akibat gesekan mekanis jauh lebih sedikit dibanding RWD. Inilah alasan Ertiga terkenal sangat irit BBM.

3. Traksi Lebih Baik di Jalan Basah

Di jalanan aspal yang datar namun licin karena hujan, FWD memiliki keunggulan. Beban mesin yang berat menekan roda depan (roda penggerak), sehingga cengkeraman ban ke aspal (traksi) menjadi lebih baik dan minim selip saat berakselerasi.

Baca juga: Faktor Mobil Kuat Nanjak yang Perlu Diperhatikan

Mitos vs Fakta: Apakah Ertiga Kuat Nanjak?

Inilah kekhawatiran terbesar "Kaum RWD". Apakah Ertiga yang FWD kuat menanjak di Puncak atau Sitinjau Lauik saat bermuatan penuh?

Jawabannya: SANGAT KUAT, asalkan tekniknya benar.

Stigma "FWD tidak kuat nanjak" sebenarnya kurang tepat di era modern ini. Ertiga sudah dibekali teknologi untuk mengatasi kelemahan traksi FWD di tanjakan:

  1. Mesin K15B yang Responsif: Mesin Suzuki terkenal memiliki torsi yang merata.
  2. Teknologi Hybrid (Model Baru): Pada Ertiga Smart Hybrid, motor listrik memberikan dorongan tambahan (assist) saat akselerasi awal. Ini sangat membantu saat stop-and-go di tanjakan.
  3. Fitur Hill Hold Control (HHC): Pada varian matic, fitur ini menahan mobil agar tidak mundur saat kaki pindah dari rem ke gas di tanjakan.
  4. Traction Control (ESP): Mencegah roda depan berputar berlebihan (spin) saat kehilangan traksi di tanjakan licin/berpasir.

Jadi, ketidakmampuan menanjak seringkali bukan karena mobilnya FWD, melainkan karena ban yang gundul atau pengemudi yang kehilangan momentum.

Fitur

FWD (Suzuki Ertiga)

RWD (Avanza Lama/Confero)

Penyaluran Tenaga

Mesin -> Roda Depan

Mesin -> Roda Belakang

Lantai Kabin

Rata & Lega

Ada Gundukan Gardan

Konsumsi BBM

Lebih Irit

Cenderung Lebih Boros

Kenyamanan

Lebih Empuk & Senyap

Lebih Keras & Bergetar

Kemampuan Nanjak

Butuh Momentum

Lebih Gigih (Traksi Belakang)

Radius Putar

Terbatas (karena ada Drive Shaft)

Lebih Patah (Bisa belok tajam)


 

 

 

 

 

 

 

 

Baca juga: Apa Itu AWD, FWD, dan RWD serta Perbedaannya

Tips Membeli Ertiga Bekas (Cek Kaki-Kaki FWD!)

Karena Ertiga menggunakan FWD, ada satu komponen yang bekerja ekstra keras: As Roda (Drive Shaft) dan CV Joint. Komponen ini bertugas menyalurkan tenaga sekaligus berbelok.

Jika Sobi Caroline ingin meminang Ertiga bekas, perhatikan ini:

  1. Dengarkan Bunyi "Tek-Tek-Tek": Saat test drive, coba belokkan setir patah (penuh) ke kiri atau kanan sambil jalan pelan. Jika terdengar bunyi klek-klek-klek atau tek-tek-tek dari roda depan, itu tandanya CV Joint (As Roda) sudah aus dan minta ganti.
  2. Cek Karet Boot As Roda: Intip di kolong roda depan. Pastikan karet pembungkus as roda tidak sobek. Jika sobek, pelumasnya akan kering dan merusak as roda.

Baca juga: Rekomendasi Mobil Hybrid 200 Jutaan yang Layak Dipertimbangkan

Beli Ertiga Bekas Tanpa Was-was Kaki-Kaki?

Takut beli Ertiga bekas yang as rodanya bunyi atau matic-nya selip? Tenang, di Caroline.id semua sudah dicek.

  1. Inspeksi Sektor Penggerak: Tim inspektor kami melakukan pengecekan mendetail pada bagian drive shaft dan kaki-kaki depan. Kami pastikan tidak ada bunyi asing saat berbelok.
  2. Garansi 7G+: Kami memberikan garansi Mesin dan Transmisi selama 1 tahun. Jadi, meskipun Ertiga adalah FWD, kamu tidak perlu khawatir soal durabilitas transmisinya.
  3. Bebas Manipulasi: Odometer dijamin asli, bukan putaran. Kamu tahu persis berapa jarak tempuh "kaki-kaki" mobil tersebut.

Dapatkan kenyamanan Ertiga sekarang, hubungi kami untuk dapatkan unit bekasnya!

3.png

Cek artikel kami yang lain:

AUTHOR
author-image

Jangan Lewatkan

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.