Mobil Listrik Buatan Indonesia, Apa Saja Mereknya?

author-image
Dany M. Ridwan | 23 Okt 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Mobil listrik buatan Indonesia sudah hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari mobil prototipe seperti Tucuxi dan Selo hingga kendaraan komersial listrik yang dikembangkan oleh Mobil Anak Bangsa (MAB) dan VKTR. 

Namun, jika kamu mencari mobil listrik penumpang buatan lokal yang sudah diproduksi massal dan bisa dibeli untuk kebutuhan harian, pilihannya masih terbatas. Penasaran bagaimana perkembangan mobil listrik karya anak bangsa dari masa ke masa? Yuk, kenali merek dan proyeknya sebelum menentukan kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu!

Baca juga Artikel: Mobil Chery Tiggo Buatan Mana Ini Asal dan Produsennya

Daftar Mobil Listrik Buatan Indonesia dari Masa ke Masa

Perjalanan mobil listrik nasional tidak dimulai kemarin sore. Sejumlah insinyur, perusahaan, dan lembaga riset Indonesia sudah mengembangkan kendaraan listrik sejak lebih dari satu dekade lalu. 

Ada yang berhenti pada tahap prototipe, tetapi ada pula yang berkembang menjadi kendaraan komersial untuk mendukung transportasi publik dan operasional bisnis. Berikut beberapa nama yang menarik untuk diketahui.

1. Tucuxi

Masih ingat dengan mobil sport listrik yang sempat ramai diperbincangkan pada 2012? Namanya Tucuxi, sebuah prototipe mobil listrik yang dikembangkan oleh Danet Suryatama dan menjadi bagian dari upaya mendorong mobil listrik nasional.

Tucuxi memiliki desain menyerupai mobil sport premium dan sempat menarik perhatian publik karena proyeknya didukung oleh Dahlan Iskan, yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN.

Sayangnya, perjalanan Tucuxi tidak berlanjut menjadi produksi massal. Mobil ini mengalami kecelakaan ketika menjalani uji coba pada Januari 2013. Karena itu, Tucuxi lebih tepat dikenal sebagai salah satu tonggak sejarah pengembangan mobil listrik Indonesia, bukan sebagai pilihan kendaraan yang tersedia di pasar saat ini.

2. Selo

Setelah Tucuxi, muncul Selo, mobil sport listrik yang dikembangkan oleh Ricky Elson bersama tim pengembang mobil listrik nasional. Kendaraan ini diperkenalkan pada 2013 dan memiliki desain sporty yang sekilas mengingatkan pada supercar.

Kehadiran Selo memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik lokal tidak hanya berfokus pada mobil perkotaan, tetapi juga mengeksplorasi desain dan performa.

Meski sempat menjadi sorotan, Selo tidak berkembang menjadi mobil produksi massal yang dipasarkan secara luas. Jadi, kalau kamu tertarik memilikinya, perlu dipahami bahwa Selo merupakan bagian dari sejarah inovasi otomotif Indonesia, bukan model yang umum tersedia di dealer.

3. Gendhis

Berbeda dari Selo yang bergaya sport, Gendhis dikembangkan dengan konsep kendaraan keluarga berukuran besar, menyerupai MPV premium. Mobil listrik ini juga diperkenalkan dalam rangkaian proyek kendaraan listrik nasional sekitar 2013.

Konsep Gendhis cukup menarik karena menunjukkan bahwa mobil listrik Indonesia sejak awal tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan individu, tetapi juga mobilitas keluarga.

Namun, sama seperti Selo, Gendhis tidak berlanjut menjadi produk yang diproduksi massal dan tersedia secara luas. Keberadaannya lebih relevan sebagai catatan perkembangan teknologi otomotif nasional.

4. Mobil Anak Bangsa (MAB)

Jika tiga nama sebelumnya merupakan proyek yang dikenal melalui prototipe, Mobil Anak Bangsa (MAB) memiliki fokus yang lebih jelas pada pengembangan kendaraan listrik komersial.

PT Mobil Anak Bangsa Indonesia mengembangkan sejumlah kendaraan, termasuk bus listrik, truk listrik, dan van listrik. Salah satu produknya adalah bus listrik MD12-E, yang tersedia dalam beberapa konfigurasi untuk kebutuhan transportasi perkotaan maupun antarkota.

MAB juga mengembangkan bus listrik berukuran sedang MD8-E. Pada November 2024, perusahaan ini mengumumkan sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 43,58% untuk MD8-E Low Entry dan 43,42% untuk MD12-E Normal Floor. Angka tersebut menunjukkan kontribusi komponen dalam negeri pada kedua model tersebut.

Perlu dicatat, MAB bukan sekadar proyek mobil listrik penumpang pribadi. Fokus produknya lebih banyak menyasar transportasi publik, perusahaan, dan kebutuhan operasional. Informasi produknya dapat dilihat melalui situs resmi MAB.

5. VKTR

Nama lain yang patut diperhatikan adalah VKTR, perusahaan Indonesia yang mengembangkan kendaraan listrik komersial dan komponen pendukungnya.

Portofolio VKTR mencakup bus listrik, kendaraan pengangkut penumpang, truk, serta kendaraan listrik untuk kebutuhan industri. Perusahaan ini juga mengembangkan fasilitas perakitan kendaraan listrik komersial di Magelang, Jawa Tengah.

Pada April 2026, pabrik perakitan PT VKTR Sakti Industries diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat kemampuan perakitan kendaraan listrik komersial di dalam negeri.

Meski demikian, VKTR lebih berorientasi pada kendaraan komersial daripada mobil penumpang pribadi. Jadi, jika kamu mencari mobil listrik lokal untuk penggunaan sehari-hari bersama keluarga, produknya belum bisa dianggap sebagai alternatif langsung mobil listrik penumpang yang dijual di pasar.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Termahal di Indonesia, Semahal Apa?

Apakah Ada Mobil Listrik Buatan Indonesia yang Bisa Dibeli untuk Harian?

Jawabannya bergantung pada jenis kendaraan yang kamu cari. Indonesia sudah memiliki pengembangan kendaraan listrik lokal, tetapi tidak semuanya berupa mobil penumpang pribadi yang dipasarkan secara massal.

Nama

Jenis kendaraan

Perkembangan

Tucuxi

Mobil sport listrik

Prototipe, tidak diproduksi massal

Selo

Mobil sport listrik

Prototipe, tidak dipasarkan secara luas

Gendhis

MPV listrik

Proyek prototipe, tidak diproduksi massal

MAB

Bus, truk, dan van listrik

Mengembangkan kendaraan komersial

VKTR

Bus dan kendaraan komersial listrik

Mengembangkan serta merakit kendaraan komersial

Tabel tersebut memperlihatkan bahwa karya anak bangsa di bidang kendaraan listrik memang beragam. Namun, jangan sampai kamu menganggap semua nama di atas sebagai merek mobil listrik yang bisa langsung dipesan untuk penggunaan pribadi.

Ada pula kendaraan listrik dari merek luar negeri yang dirakit di Indonesia. Kendaraan seperti ini berkontribusi pada industri otomotif nasional, tetapi mereknya tetap berasal dari luar negeri. Karena itu, penting membedakan antara mobil bermerek Indonesia, mobil yang dirakit di Indonesia, dan mobil yang menggunakan komponen lokal.

Mengapa Mobil Listrik Nasional Belum Banyak Dijual untuk Konsumen?

Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi sebelum mobil listrik penumpang lokal bisa dipasarkan secara luas.

1. Pengembangan Teknologi dan Baterai

Mobil listrik membutuhkan sistem baterai, motor listrik, perangkat lunak, dan sistem keselamatan yang dirancang dengan baik. Pengembangannya memerlukan riset, pengujian, serta investasi yang tidak sedikit.

2. Produksi Massal dan Harga Jual

Membuat prototipe tentu berbeda dengan memproduksi ribuan unit secara konsisten. Produsen perlu membangun rantai pasok, fasilitas produksi, dan jaringan layanan agar harga jual serta biaya perawatan tetap kompetitif.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Termurah di Indonesia, Harga dan Pilihannya

3. Infrastruktur Pengisian Daya

Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) dan kemudahan pengisian daya di rumah turut mempengaruhi keputusan pembelian. Konsumen juga perlu mempertimbangkan jarak tempuh, waktu pengisian, serta akses layanan purnajual.

Dengan berbagai tantangan tersebut, perkembangan mobil listrik nasional masih perlu dilihat sebagai proses jangka panjang. Meski begitu, kehadiran produsen lokal dan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik komersial menjadi bagian penting dari perjalanan industri otomotif Indonesia.

BUTTON - SIMULASI.webp

Alternatif Kendaraan untuk Kamu yang Ingin Beralih ke Mobil Listrik

Kalau tujuanmu adalah menghemat biaya perjalanan sehari-hari, kamu tidak harus langsung membeli mobil listrik. Ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan sambil menunggu pilihan mobil listrik lokal semakin berkembang.

  • Mobil LCGC: Cocok untuk mobilitas perkotaan dan kebutuhan keluarga kecil. Konsumsi bahan bakarnya relatif irit, terutama jika digunakan dengan gaya berkendara yang efisien.

  • Mobil hybrid: Menggabungkan mesin bensin dan motor listrik. Teknologi ini bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin merasakan efisiensi elektrifikasi tanpa bergantung sepenuhnya pada pengisian daya eksternal.

  • Mobil bensin irit: Pilihan yang relevan jika kamu sering bepergian ke luar kota atau belum memiliki akses pengisian daya di rumah.

Sebelum memilih, pertimbangkan harga beli, konsumsi energi, biaya perawatan, ketersediaan bengkel, dan kebutuhan perjalananmu. Dengan begitu, keputusan yang diambil bukan sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar sesuai dengan kondisi keuangan dan aktivitas sehari-hari.

FAQ

1. Berapa harga mobil listrik buatan Indonesia?

Harganya bergantung pada model dan status produksinya. Prototipe seperti Tucuxi dan Selo tidak memiliki harga jual resmi untuk pasar umum. Sementara itu, mobil listrik lokal yang dipasarkan, seperti Polytron G3, dibanderol mulai sekitar Rp329,5 juta, bergantung pada skema baterai dan varian.

2. Mobil listrik di Indonesia ada merek apa saja?

Beberapa merek mobil listrik yang tersedia di Indonesia antara lain BYD, Wuling, Hyundai, Chery, MG, dan VinFast. Ada juga merek lokal seperti Polytron dan Aletra. Perlu dibedakan antara merek asli Indonesia dan merek asing yang kendaraannya diproduksi atau dirakit di Indonesia.

3. Apakah ada mobil asli buatan Indonesia?

Ada. Indonesia telah mengembangkan kendaraan listrik lokal, seperti Polytron G3 dan Aletra L8, serta kendaraan komersial listrik dari MAB dan VKTR. Namun, tingkat pengembangan, produksi lokal, dan kandungan komponennya berbeda-beda. Prototipe seperti Tucuxi dan Selo juga pernah dikembangkan, tetapi tidak diproduksi massal untuk pasar umum.

BUTTON - TEST DRIVE.webp

Belum Banyak Mobil Listrik Lokal untuk Harian? Yuk, Temukan Alternatifnya di Caroline.id!

Mobil listrik buatan Indonesia telah berkembang dari prototipe seperti Tucuxi, Selo, dan Gendhis hingga kendaraan komersial yang dikembangkan MAB dan VKTR. Namun, pilihan mobil listrik penumpang lokal yang diproduksi massal dan tersedia untuk konsumen masih terbatas.

Sambil mengikuti perkembangan industri ini, kamu bisa mempertimbangkan kendaraan yang sudah tersedia dan sesuai kebutuhan. Sobi Caroline, kalau kamu sedang mencari mobil untuk menunjang aktivitas harian, yuk, eksplorasi pilihan kendaraan di Caroline.id.

Setiap unit yang dibeli di Caroline.id juga dilengkapi Garansi 7G+ selama satu tahun untuk komponen yang tercakup, meliputi mesin, rem, transmisi, AC, kelistrikan, kemudi, dan kaki-kaki. Ada pula buyback warranty dengan pengembalian 100% uang pembelian apabila terbukti mobil mengalami kerusakan akibat tabrakan hebat atau pernah terendam banjir bandang, sesuai ketentuan yang berlaku.

Yuk, hubungi kami via WhatsApp dan konsultasikan kebutuhan kendaraanmu bersama Caroline.id.

BUTTON - PENAWARAN.webp

Temukan Layanan Caroline.id yang Sesuai Kebutuhanmu

Buat Artikel EV - BUTTON - JUAL MOBIL.webp

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Mobil Listrik Buatan Indonesia, Apa Saja Mereknya? Yuk Intip