logo caroline red
menu

Mobil Listrik vs Bensin Mana yang Lebih Hemat?

author-image
Caroline.id | 25 Apr 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Sebenarnya dalam pertarungan mobil listrik vs bensin, mana yang lebih hemat untuk jangka panjang? Mobil listrik menang telak dalam hal efisiensi biaya operasional harian (energi dan servis rutin), namun mobil bensin masih jauh lebih unggul dalam hal harga beli awal, stabilitas harga jual kembali (depresiasi), dan kepraktisan rute jarak jauh.

Memilih antara EV (Electric Vehicle) dan ICE (Internal Combustion Engine / Bensin) bukan cuma soal ikut-ikutan tren, tapi harus dihitung cermat berdasarkan arus kas bulananmu. Mari kita bedah perbandingannya secara transparan dari berbagai sisi pengeluaran!

Perbandingan Konsumsi Energi (Biaya Harian)

Di sektor ini, mobil listrik adalah jawara mutlak yang akan membuat pengeluaran bulananmu menyusut drastis. Mari kita buat simulasi kasarnya:

  • Mobil Bensin: Rata-rata konsumsi BBM mobil harian (misal mesin 1.500 cc) adalah sekitar 12 km/liter. Jika kamu menggunakan BBM RON 92 (seperti Pertamax) dengan harga kisaran Rp13.000/liter, maka biaya energi yang kamu keluarkan adalah sekitar Rp1.080 per kilometer.
  • Mobil Listrik: Konsumsi daya EV rata-rata sekitar 7 km/kWh. Jika kamu mengecas di rumah (menggunakan home charging) dengan tarif listrik sekitar Rp1.700/kWh, maka biaya energinya hanya sekitar Rp240 per kilometer.

Kesimpulan: Biaya "minum" mobil listrik bisa 4 hingga 5 kali lipat lebih murah dibandingkan mobil bensin. Bagi Sobi Caroline yang rute commuting hariannya sangat jauh (misal bolak-balik menembus kemacetan kota 50-70 km per hari), penghematan dari sektor ini akan sangat terasa di dompet.

Perbandingan Biaya Perawatan (Maintenance)

Mobil bensin memiliki ratusan komponen bergerak yang saling bergesekan. Kamu wajib mampir ke bengkel setiap 10.000 km untuk mengganti oli mesin, filter oli, filter udara, hingga busi. Biaya servis rutin ini bisa memakan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per kunjungan.

Sebaliknya, mobil listrik memiliki konstruksi penggerak yang sangat ringkas. Tidak ada mesin bakar, berarti tidak perlu ganti oli mesin, filter bensin, atau busi. Servis rutin mobil listrik umumnya hanya berkisar pada pengecekan software, cairan pendingin baterai (coolant), filter AC, dan kampas rem (yang juga lebih awet berkat fitur regenerative braking).

Kesimpulan: Secara perawatan rutin bulanan/tahunan, mobil listrik jauh lebih hemat dan bebas ribet.

Harga Beli dan Penyusutan Harga (Depresiasi)

Nah, di sinilah mobil bensin membalas kekalahannya. Teknologi baterai yang mahal membuat harga beli awal mobil listrik (bahkan untuk ukuran city car mungil) jauh lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di kelas yang sama.

Lebih dari itu, pasar mobil bekas untuk kendaraan listrik saat ini mengalami depresiasi (penurunan harga) yang jauh lebih tajam ketimbang mobil bensin. Kekhawatiran konsumen terhadap degradasi kapasitas baterai bekas pakai, membuat harga jual kembali mobil listrik bekas sering kali anjlok secara signifikan.

Sebaliknya, mobil bensin lawas (terutama pabrikan Jepang) memiliki harga jual kembali yang sangat stabil karena daya tahannya sudah teruji puluhan tahun dan mudah diperbaiki di mana saja.

Indikator Penilaian

Mobil Listrik (EV)

Mobil Bensin (ICE)

Biaya Energi Harian

Sangat Murah (Rp200-an/km)

Lebih Mahal (Rp1.000-an/km)

Biaya Servis Rutin

Sangat Murah (Minim komponen aus)

Sedang (Wajib ganti oli, filter, dll)

Pajak Tahunan

Sangat Murah (Banyak insentif pemerintah)

Normal (Sesuai tarif progresif)

Harga Beli & Depresiasi

Harga awal tinggi, depresiasi sangat tajam

Harga lebih terjangkau, depresiasi stabil

Kepraktisan Jarak Jauh

Butuh effort (Tergantung lokasi SPKLU & waktu charge)

Sangat Praktis (SPBU ada di mana-mana, isi 5 menit)

 

Mana yang Lebih Hemat untuk Kamu?

Pilihan terbaik sangat bergantung pada profil penggunaanmu:

  • Pilih Mobil Listrik jika: Kamu mencari mobil kedua (second car) khusus untuk rute harian di dalam kota yang macet, rumahmu sudah memiliki daya listrik yang memadai untuk home charging, dan kamu tidak terlalu pusing dengan nilai jual kembali dalam waktu dekat.
  • Pilih Mobil Bensin jika: Ini adalah mobil satu-satunya di rumahmu (first car), kamu sering bepergian jarak jauh lintas provinsi, mencari harga jual kembali yang stabil, dan mencari kepraktisan absolut tanpa perlu overthinking mencari colokan listrik saat liburan.

Beli Bekas Tetap Nyaman, Risiko Berkurang Maksimal Bersama Caroline.id

Jangan pernah mempertaruhkan tabunganmu demi harga murah di tempat yang tidak jelas rekam jejaknya. Di Caroline.id, kami menghapus semua drama jual-beli mobil bekas. Setiap unit, baik itu bensin, hybrid, maupun listrik yang masuk ke etalase kami, wajib melewati inspeksi profesional di 150 titik. 

Lengkap dengan perlindungan Garansi 7G+ selama setahun penuh. Jika tiba-tiba ada kerusakan fatal di mesin, transmisi, AC, rem, kemudi, suspensi, atau kelistrikan, kami yang akan menanggung biaya perbaikannya! 

Tunggu apalagi? Cek stok mobil impianmu sekarang!

Wujudkan kepemilikan mobil yang paling sesuai dengan gaya hidupmu lewat layanan jagoan kami:

banner 1.jpg.jpeg

Baca juga artikel terkait

    AUTHOR
    author-image