Pengemudi mobil mesti meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara seiiring makin ramainya penggunaan otoped listrik, seperti Grabwheels di jalan Ibukota. Upaya yang perlu dilakukan ialah selalu tertib berlalulintas dan menanamkan sikap antisipatif.
Hal tersebut disampaikan oleh Jusri Pulubuhu, pendiri dan instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat dihubungi CAROLINE.id via sambungan telefon, Selasa (13/11) sore. Sikap antisipatif diperlukan guna menghindari kecelakaan.
Jusri menilai keberadaan Grabwheels di jalan raya cukup rentan menjadi korban kecelakaan. "Saya lihat mereka (pengguna Grabwheels) fragile di tengah-tengah situasi lalu lintas yang belum disiplin sepenuhnya," buka Jusri.
Menurutnya, saat ini kondisi lalu lintas khususnya di Jakarta masih ramai pelanggaran dari pengemudi kendaraan bermotor. Karenanya moda transportasi seperti otoped listrik Grabwheels dirasa cukup berbahaya.
"Kita masih bisa lihat pengendara yang menerobos lampu merah, lawan arah, atau pindah jalur seenaknya," ucap Justri.
Bagi pengemudi mobil, Jusri memberikan beberapa imbauan. "Selama pengedara mobil bisa berkendara dengan tertib dan antisipatif maka bisa terhindari kecelakaan dengan 'Grabwheelers'," ucapnya.
Berkendara tertib artinya pengemudi selalu patuh terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku. Sedangkan, bersikap antisipatif berarti memiliki perhitungan terhadap kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi di jalan.
Dalam hubungannya dengan Grabwheels, pengemudi mobil harus waspada terhadap blind spot kendaraannya. "Karena dimensi mobil itu cukup besar, maka harus hati-hati dengan blind spot. Grabwheel itu kecil dan bisa muncul dari mana saja, apalagi saat kondisi lalu lintasnya lagi padat. Mereka bisa muncul dari mana saja," jelas Jusri.
Jusri juga mengingatkan pemilik mobil agar selalu mengurangi kecepatan ketika melihat pengguna Grabwheels di depannya. Alasannya untuk berjaga-jaga sandainya ada manuver tiba-tiba.
Seperti diketahui, belakangan ini otoped listrik Grabwheels menjadi tren di kalangan warga Jakarta. Bukan hanya sebagai sarana transportasi, namun banyak juga yang memanfaatkannya untuk rekreasi.
Sayangnya kehadirannya juga disertai problematika. Mulai dari masalah etika penggunaan di sejumlah sarana publik dan adanya potensi ancaman keselamatan di jalan raya.
Bahkan ramai diberitakan Minggu (10/11) dini hari lalu terjadi kecelakaan fatal yang melibatkan pengguna otoped listrik dengan sebuah mobil sedan di kawasan Senayan, Jakarta. Dalam kecelakaan tersebut dua orang pengguna otoped tewas.
Baca informasi menarik lainnya dari dunia otomotif hanya di blog CAROLINE.id
Editor: Mada Prastya

One Way Lebaran 2026 Jadwal dan Aturan Rekayasa Lalu Lintas
14 Mar 2026
Rest Area Jegur Tempat Istirahat di Jalur Jawa Timur
14 Mar 2026
Rest Area Karangploso Tempat Singgah Strategis di Malang
14 Mar 2026
Rest Area Sukapura Tempat Istirahat Nyaman di Jalur Probolinggo
14 Mar 2026
Rest Area Wisata Sekar Pajang Tempat Singgah di Jalur Solo
14 Mar 2026
Rest Area di Tol Trans Jawa yang Paling Lengkap untuk Istirahat
14 Mar 2026Ikuti Kami
Terpopuler

Apa Itu Rest Area, Tipe, Fasilitas Wajib dan Contoh Terbaiknya!
Tips & Trik | 16 Mar 2026
Ini Fasilitas Lengkap Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek: Titik Transit Favorit Menuju Bandung dan Cipali
Tips & Trik | 16 Mar 2026
9 Mobil 7-Seater Dibawah 400 Juta yang Layak Dipertimbangkan
Bedah Mobil | 15 Mar 2026
One Way Lebaran 2026 Jadwal dan Aturan Rekayasa Lalu Lintas
Berita Terkini | 14 Mar 2026
Rest Area Jegur Tempat Istirahat di Jalur Jawa Timur
Berita Terkini | 14 Mar 2026Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.