Apakah Mobil Listrik Pakai Aki? Ini Penjelasannya

author-image
Dany M. Ridwan | 8 Okt 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Apakah mobil listrik pakai aki? Jawabannya, ya, mobil listrik umumnya tetap memiliki aki atau baterai 12V, tetapi fungsinya berbeda dengan baterai utama yang digunakan untuk menggerakkan motor listrik. 

Jadi, meskipun mobil listrik tidak memiliki mesin bensin yang perlu distarter, tetap ada sistem baterai tambahan untuk menjalankan berbagai perangkat kelistrikan di dalam mobil. Penasaran apa bedanya dengan baterai utama? Yuk, kita bahas supaya kamu tidak salah memahami fungsi keduanya.

Apakah Mobil Listrik Punya Aki 12V?

Mobil listrik tidak sepenuhnya meninggalkan penggunaan baterai 12V. Pada banyak mobil listrik, terdapat aki atau auxiliary battery 12V yang bekerja berdampingan dengan baterai tegangan tinggi sebagai sumber tenaga utama kendaraan.

Aki 12V tersebut tidak bertugas menggerakkan motor listrik. Fungsinya lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan bertegangan rendah, seperti lampu, sistem hiburan, perangkat elektronik, kontrol kendaraan, dan sejumlah fitur keselamatan.

Menariknya, jenis baterai 12V yang digunakan tidak selalu sama. Sebagian kendaraan menggunakan baterai timbal-asam, sementara model tertentu sudah menggunakan baterai berbasis lithium-ion untuk sistem tambahan tersebut.

Artinya, istilah “mobil listrik tidak punya aki” sebenarnya kurang tepat. Yang benar, mobil listrik memiliki sistem baterai dengan fungsi yang berbeda-beda.

Baca juga Artikel: Oli Mobil Listrik, Apakah Benar Tidak Perlu Ganti?

Apa Bedanya Aki 12V dan Baterai Utama Mobil Listrik?

Supaya lebih gampang dipahami, bayangkan mobil listrik punya dua sumber penyimpanan energi dengan tugas masing-masing.

Komponen

Fungsi utama

Penggunaan

Baterai utama

Menyimpan energi untuk menggerakkan motor listrik

Propulsi kendaraan

Aki 12V

Menyuplai sistem kelistrikan bertegangan rendah

Lampu, elektronik, kontrol, dan fitur kendaraan

Baterai utama atau traction battery memiliki kapasitas jauh lebih besar dan menjadi sumber energi untuk menggerakkan motor listrik. Baterai ini umumnya menggunakan teknologi lithium-ion dan kapasitasnya dinyatakan dalam kWh.

Sementara itu, aki 12V berperan sebagai sumber daya untuk berbagai perangkat kelistrikan bertegangan rendah. Jadi, keduanya memang sama-sama baterai, tetapi tugasnya tidak bisa disamakan.

Pada sistem tertentu, baterai utama juga dapat membantu mengisi baterai 12V melalui komponen bernama DC/DC converter. Komponen ini menurunkan tegangan dari sistem baterai utama agar dapat digunakan untuk sistem kelistrikan 12V.

Apa Fungsi Aki pada Mobil Listrik?

Kalau tidak digunakan untuk menyalakan mesin, lalu sebenarnya aki pada mobil listrik digunakan untuk apa?

1. Menjalankan Sistem Kelistrikan

Aki 12V membantu menyuplai berbagai perangkat bertegangan rendah. Contohnya lampu, wiper, sistem audio, pengunci kendaraan, serta sejumlah modul elektronik. Jadi, meskipun motor penggeraknya menggunakan energi dari baterai utama, berbagai perangkat pendukung tetap membutuhkan sumber listrik tersendiri.

2. Mendukung Sistem Keselamatan

Sistem keselamatan dan kontrol kendaraan juga membutuhkan suplai listrik yang stabil. Beberapa kendaraan listrik menggunakan baterai 12V untuk mendukung perangkat elektronik yang berkaitan dengan sistem keselamatan dan kontrol kendaraan. Inilah salah satu alasan mengapa aki 12V tetap dianggap penting pada mobil listrik.

Baca juga Artikel: Pajak Mobil Listrik BYD, Jaecoo, dan Wuling Terbaru

3. Membantu Sistem Kendaraan Saat Diaktifkan

Aki 12V juga berperan dalam proses mengaktifkan berbagai sistem elektronik sebelum sistem tegangan tinggi kendaraan bekerja sepenuhnya.

Jadi, ketika kamu menekan tombol start pada mobil listrik, prosesnya tidak sesederhana “menyalakan motor”. Ada sejumlah sistem elektronik yang harus aktif dan saling berkomunikasi terlebih dahulu.

Apakah Aki Mobil Listrik Bisa Soak?

Bisa. Keberadaan baterai utama berkapasitas besar bukan berarti aki 12V tidak mungkin mengalami penurunan daya.

Ketika aki 12V bermasalah, beberapa fungsi kendaraan dapat ikut terganggu. Bahkan, mobil listrik yang baterai utamanya masih memiliki banyak daya bisa saja tidak dapat digunakan secara normal apabila sistem 12V mengalami masalah.

Karena itu, pemilik mobil listrik tetap perlu memperhatikan kondisi aki 12V sesuai petunjuk pabrikan. Jangan hanya melihat indikator kapasitas baterai utama.

Perawatan juga tidak selalu berarti harus sering mengganti aki. Interval pemeriksaan dan jenis baterai yang digunakan dapat berbeda pada setiap model, sehingga sebaiknya mengikuti panduan dari produsen kendaraan.

Bagaimana Cara Merawat Aki Mobil Listrik?

Perawatannya sebenarnya tidak jauh dari prinsip dasar menjaga komponen kelistrikan kendaraan.

  • Pertama, ikuti jadwal pemeriksaan yang diberikan pabrikan. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi baterai 12V sebelum mengalami masalah.
  • Kedua, hindari memasang aksesori kelistrikan sembarangan. Perangkat tambahan yang tidak sesuai dapat memberikan beban tambahan pada sistem kelistrikan kendaraan.
  • Ketiga, jangan mengabaikan tanda-tanda gangguan kelistrikan. Misalnya, kendaraan sulit diaktifkan, muncul peringatan baterai, atau beberapa fitur elektronik tidak bekerja seperti biasanya.
  • Terakhir, bila muncul masalah pada sistem baterai, sebaiknya jangan mencoba membongkar sistem tegangan tinggi sendiri. Baterai utama mobil listrik bekerja pada tegangan tinggi dan membutuhkan penanganan teknisi yang memiliki kompetensi sesuai.

Dengan perawatan rutin, kondisi aki 12V mobil listrik bisa tetap terjaga dan membantu berbagai sistem kendaraan bekerja optimal. Jadi, jangan hanya memperhatikan baterai utama, tetapi pastikan aki 12V juga mendapat pemeriksaan sesuai jadwal.

Baca juga Artikel: Beli Mobil Listrik Second, Worth It atau Bikin Rugi?

Sudah Paham Soal Aki Mobil Listrik? Yuk, Pilih Mobil dengan Tenang

Memahami komponen mobil sejak awal bisa membuat kamu lebih siap menentukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika kamu sedang mencari mobil yang kondisinya lebih terjamin, Caroline.id menghadirkan beberapa perlindungan untuk membuat proses memilih mobil terasa lebih tenang:

  • Inspeksi menyeluruh: Setiap mobil melewati pemeriksaan lebih dari 150 titik agar kondisi kendaraan bisa diketahui dengan lebih jelas.
  • Garansi 7G+: Perlindungan selama satu tahun untuk komponen penting seperti mesin, transmisi, AC, rem, kelistrikan, kemudi, dan penggerak.
  • Buyback Warranty: Ada jaminan uang kembali 100% apabila kemudian terbukti mobil merupakan bekas tabrakan berat atau terdampak banjir bandang.

Masih ingin mencari tahu pilihan yang paling sesuai? Hubungi kami via WhatsApp dan konsultasikan kebutuhan mobilmu bersama tim Caroline.id.

Ada Kebutuhan Mobil Lain? Caroline.id Siap Bantu

5.png

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Apakah Mobil Listrik Pakai Aki? Ini Jawaban Lengkapnya