logo caroline red
menu

Cara Cek Mobil Bekas Tabrakan agar Tidak Salah Beli

author-image
Caroline.id | 5 Feb 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Cara cek mobil bekas tabrakan memerlukan ketelitian pada detail-detail kecil yang sering disembunyikan oleh penjual. Fokus utama pemeriksaan bukanlah pada mulusnya cat, melainkan pada integritas tulang rangka, konsistensi celah panel, kondisi baut-baut bodi, dan kode produksi kaca. 

Mobil yang pernah mengalami tabrakan berat biasanya memiliki bekas las-lasan yang tidak rapi di ruang mesin, warna cat yang sedikit belang (belang), dan suara pintu yang tidak lagi "kedap" saat ditutup.

5 Langkah Deteksi Mobil Bekas Laka (Kecelakaan)

Sobi Caroline tidak perlu menjadi mekanik ahli untuk melihat tanda-tanda ini. Cukup gunakan mata, tangan, dan sedikit logika.

1. Periksa Tulang Utama (Apron & Bullhead)

Ini adalah langkah paling krusial. Buka kap mesin, dan perhatikan bagian depan.

Apron

Bullhead

Sealant (Lem) Kap Mesin

Adalah besi di kiri-kanan ruang mesin (tempat shockbreaker depan bertumpu). Cek apakah ada bekas ketrikan/lipatan yang tidak wajar atau bekas cat ulang yang kasar. Apron pabrikan harusnya mulus dan lurus.


 

Besi melintang di paling depan (di balik bumper/grille). Jika besi ini terlihat baru diganti, atau ada bekas las yang tidak rapi, kemungkinan besar mobil pernah "adu banteng" (tabrakan depan).


 

Tekan sealant di pinggiran kap mesin dengan kuku. Sealant asli pabrik itu keras tapi sedikit kenyal. Jika sealant-nya lembek, mudah hancur, atau bahkan tidak ada sealant sama sekali, berarti kap mesin sudah diganti atau diperbaiki.


 

2. Cek Konsistensi Celah Bodi (Nut)

Mobil yang keluar dari pabrik dirakit oleh robot dengan presisi tingkat tinggi.

  • Cara Cek: Perhatikan celah antara kap mesin dengan fender, atau pintu dengan bodi. Bandingkan sisi Kiri dan Kanan.
  • Indikasi: Jika celah di sisi kiri sangat rapat (sempit) sedangkan sisi kanan renggang (lebar), itu tanda bodi sudah miring akibat benturan keras. Sasis yang lari (shifting) membuat panel bodi tidak bisa dipasang presisi lagi.

3. Periksa Baut-Baut Bodi

Baut tidak pernah bohong. Baut engsel pintu dan kap mesin yang asli dari pabrik biasanya dicat menyatu dengan bodi dan tidak ada lecet.

  • Indikasi: Lihat baut pemegang kap mesin dan baut engsel pintu. Jika cat pada kepala baut sudah terkelupas atau ada bekas "luka" akibat kunci pas/obeng, berarti komponen tersebut pernah dilepas untuk perbaikan atau penggantian.

4. Deteksi Cat Belang & Dempul Tebal

Bawa mobil ke tempat terang (di bawah matahari langsung), jangan mengecek di garasi gelap.

  • Warna Belang: Perhatikan gradasi warna antar panel (misal pintu depan vs pintu belakang). Cat ulang (reshare) biasanya memiliki tone warna yang sedikit berbeda atau tekstur kulit jeruk yang terlalu kasar/terlalu licin dibanding cat orisinal.
  • Ketuk Bodi: Ketuk bagian tengah panel dengan jari.
    • Suara "Tring/Kaleng": Pelat bodi masih orisinal (tipis).
    • Suara "Buk/Mendem": Ada lapisan dempul tebal di baliknya. Dempul tebal menandakan panel pernah penyok parah.

5. Cek Kode Produksi Kaca & Lampu

Ini trik rahasia inspektor.

  • Kaca Jendela: Di sudut setiap kaca mobil, ada logo merk dan kode produksi (biasanya titik atau angka). Pastikan semua kaca (depan, samping, belakang) memiliki kode tahun yang sama. Jika 3 kaca kodenya tahun 2018, tapi 1 kaca kodenya tahun 2020, berarti kaca tersebut pernah pecah dan diganti (kemungkinan akibat tabrakan samping).
  • Mika Lampu: Cek dudukan (kaki-kaki) lampu depan di ruang mesin. Jika kaki-kakinya ada bekas lem atau sambungan plastik, berarti lampu pernah pecah dan direparasi.

Baca juga: 9 Sedan Bekas Murah Perawatan Mudah dan Layak Beli 100%

Cek Area Belakang (Bekas Tabrak Belakang)

Jangan lupa bagian buritan. Buka pintu bagasi, lalu:

  1. Angkat Karpet Dasar: Lihat tempat ban serep.
  2. Cek Lantai Bagasi: Lantai bagasi harusnya memiliki lekukan pabrik yang rapi. Jika ada bekas ketrikan palu, bekas las, atau permukaan yang bergelombang tidak beraturan (keriting), itu tanda mobil pernah ditabrak keras dari belakang hingga mendesak ruang ban serep.

Baca juga: Kelebihan & Kekurangan Toyota Raize (Mesin 1.0 Turbo)

Mengapa Harus Menghindari Mobil Bekas Tabrakan?

Mungkin Sobi Caroline berpikir, "Ah, kalau cuma penyok dikit gak apa-apa kan?" Masalahnya, kita bicara soal Tabrakan Struktural, bukan sekadar baret bumper. Risikonya adalah:

  1. Safety Compromised

Besi yang sudah pernah bengkok dan diluruskan kembali tidak memiliki kekuatan yang sama. Jika terjadi kecelakaan lagi, ia tidak bisa melindungi penumpang.

  1. Alignment Sulit Normal

Sasis yang bengkok membuat setir membuang ke kiri/kanan. Di-spooring berkali-kali pun tidak akan sembuh total. Ban akan cepat habis di satu sisi.

  1. Harga Jual Anjlok

Saat kamu mau jual lagi, dealer atau pembeli cerdas akan menawar dengan harga "rongsok".

Baca juga: Ciri Transmisi Matic Rusak yang Perlu Segera Dicek

Tidak Punya Waktu & Keahlian Mengecek? Ke Caroline.id Aja!

Mengecek 150 titik mobil butuh waktu berjam-jam dan mata yang terlatih. Salah sedikit, Sobi Caroline bisa rugi ratusan juta.

Di Caroline.id, kami mengambil alih risiko tersebut:

  1. Garansi Buyback 5 Hari: Kami menjamin mobil yang kami jual Bukan Bekas Tabrakan Besar dan Bukan Bekas Banjir. Jika Sobi Caroline menemukan bukti valid (dari bengkel resmi) bahwa mobil kami bekas laka berat atau banjir, kami beli kembali mobilnya 100%. Uangmu aman.
  2. Laporan Inspeksi Transparan: Setiap goresan atau perbaikan kecil pada mobil akan kami infokan di awal. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
  3. Garansi 7G+: Kami juga melindungi mesin dan transmisi selama 1 tahun. Jadi mobil tidak hanya bebas laka, tapi juga sehat secara mekanis.

Beli mobil bekas rasa baru tanpa was-was hanya disini. Hubungi kami untuk bawa pulang mobil impianmu!

5.png

Lihat layanan kami lainnya:

AUTHOR
author-image

Jangan Lewatkan