
Mencari Toyota Raize bekas adalah langkah cerdas bagi Sobi Caroline yang menginginkan SUV perkotaan yang lincah dan stylish. Sejak diluncurkan pada 2021, Raize sukses mengisi celah pasar bagi mereka yang merasa Toyota Rush terlalu besar, tapi Agya terlalu kecil.
Varian 1.0 Turbo adalah bintang utamanya. Menggendong mesin berkode 1KR-VET, Raize menawarkan sensasi torsi yang tidak dimiliki kompetitor di kelasnya. Namun, sebagai mobil bekas, ada beberapa catatan penting terkait durabilitas dan kenyamanan yang wajib kamu pertimbangkan sebelum meminang unit ini.
Kenapa mobil ini begitu diburu di bursa mobil bekas? Berikut alasannya:
Jangan remehkan kapasitas 1.000cc-nya. Berkat turbocharger, mesin 3-silinder ini menghasilkan tenaga 98 PS dan torsi 140 Nm.
Torsi 140 Nm ini sudah tersedia di putaran mesin rendah (2.400 rpm). Artinya, untuk menyalip di dalam kota atau menanjak, Sobi Caroline tidak perlu menginjak gas dalam-dalam. Sensasi akselerasinya jauh lebih responsif dibanding Avanza 1.3 lama.
Jika Sobi Caroline mengincar varian tertinggi (1.0 GR Sport TSS), kamu mendapatkan fitur keselamatan aktif yang biasanya hanya ada di mobil seharga Rp 500 jutaan.
Meliputi Pre-Collision System (rem otomatis), Lane Departure Assist (jaga jalur), dan Adaptive Cruise Control. Fitur ini sangat value for money di harga bekasnya sekarang.
Kombinasi mesin kecil dan transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) membuat Raize sangat efisien.
Tampilan Raize sangat anak muda. Bentuknya mengotak (boxy) memberikan kesan gagah ala "Baby RAV4".
Dashboard Raize berorientasi pada pengemudi dengan layar instrumen full digital 7 inci yang bisa diubah-ubah desainnya. Ini fitur yang sangat memanjakan mata dan jarang ada di rival sekelasnya.
Dengan jarak terendah ke tanah 200 mm, Raize sangat aman diajak melibas genangan air hujan, polisi tidur tinggi, atau jalanan berlubang yang sering ditemui di kota-kota besar Indonesia.
Tidak ada mobil yang sempurna. Berikut adalah "penyakit" atau karakter bawaan Raize yang sering dikeluhkan pengguna dan wajib kamu antisipasi:
Meskipun Toyota sudah memberi balancer, karakter alami mesin 3-silinder tetap terasa. Saat mobil diam (idle) di lampu merah dengan AC menyala, getaran mesin akan terasa merambat sedikit ke setir atau jok. Bagi yang terbiasa dengan mesin 4-silinder yang halus, ini mungkin agak mengganggu.
Demi menekan harga jual, material interior Raize didominasi plastik keras (hard plastic). Pada unit bekas yang sudah berusia 3-4 tahun, sering terdengar bunyi-bunyi "kriet-kriet" dari area dashboard atau doortrim saat melewati jalan kasar. Peredaman kabin juga tergolong biasa saja, suara ban cukup terdengar.
Raize disetting untuk stabil, sehingga suspensinya terasa agak keras (stiff). Saat melewati jalan keriting atau polisi tidur, guncangan akan terasa cukup kuat di kabin, terutama untuk penumpang baris kedua.
Beberapa unit produksi awal (2021) pernah terkena recall terkait dudukan shockbreaker depan (fender apron) yang kurang las-lasan dan remapping ECU.
Estimasi Harga Toyota Raize Bekas (Update 2026)
Berikut kisaran harga pasar untuk wilayah Jabodetabek (Pajak Hidup):
Varian / Tipe | Tahun 2021 | Tahun 2022 | Tahun 2023 |
1.0 G Turbo CVT | Rp 175 - 185 Juta | Rp 185 - 195 Juta | Rp 195 - 210 Juta |
1.0 GR Sport CVT | Rp 185 - 195 Juta | Rp 195 - 205 Juta | Rp 205 - 220 Juta |
1.0 GR Sport TSS | Rp 195 - 210 Juta | Rp 210 - 225 Juta | Rp 225 - 240 Juta |
Catatan: Varian 1.2 G (Non-Turbo) harganya biasanya lebih murah 15-20 juta dari varian Turbo.
Q: Apakah Raize 1.0 Turbo kuat nanjak?
A: Sangat kuat. Torsi 140 Nm itu setara dengan mobil 1.500cc. Ditambah lagi dengan fitur Hill Start Assist (HSA), Raize sangat mampu melibas tanjakan curam seperti di Puncak atau Lembang, asalkan pengemudi paham momentum.
Q: Apakah perawatannya mahal?
A: Tidak. Raize masih keluarga Toyota. Biaya servis dan sparepart-nya tergolong terjangkau. Hanya saja, kamu wajib menggunakan oli encer (0W-20 atau 5W-30) berkualitas tinggi karena mesin turbo suhunya lebih panas.
Q: Bensinnya harus Pertamax Turbo?
A: Rekomendasi pabrikan adalah RON 92 (Pertamax). Mesin turbo kompresinya padat. Jika diisi Pertalite (RON 90), tenaga akan drop (ngelitik/knocking) dan jangka panjang bisa merusak mesin.
Membeli mobil bekas berteknologi turbo seperti Raize memang berisiko tinggi jika salah pilih unit. Jika turbonya rusak atau transmisi D-CVT bermasalah, biaya perbaikannya bisa bikin dompet menangis.
Di Caroline.id, kami memberikan ketenangan total bagi Sobi Caroline:
Siap meminang SUV Turbo yang lincah ini? Hubungi kami disini untuk bawa pulang unitnya!

Daftar Mobil Hybrid yang Tersedia di Indonesia
5 Feb 2026
Cara Kerja Mobil Hybrid dan Sistem Penggeraknya
5 Feb 2026
Mobil Sunroof Murah yang Bisa Jadi Pilihan Menarik
5 Feb 2026
Mesin Innova dan Perbedaannya di Setiap Generasi
5 Feb 2026
Mesin Fortuner dan Pilihan Tenaga yang Tersedia
5 Feb 2026
Mesin Pajero dan Karakter Tenaganya di Berbagai Varian
5 Feb 2026Ikuti Kami
Terpopuler

Kode Plat Jabodetabek dan Daerah Asalnya
Tips & Trik | 5 Feb 2026
Info Tol Gratis Bikin Mudik Hemat 2026!
Tips & Trik | 5 Feb 2026
Penyebab Bunyi Kletek Kletek pada Mesin Mobil
Tips & Trik | 5 Feb 2026
Cara Cek Mobil Bekas Tabrakan agar Tidak Salah Beli
Tips & Trik | 5 Feb 2026
Tarif Tol Jakarta–Solo Lengkap dengan Alternatif Rute
Berita Terkini | 5 Feb 2026Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.