

Seiring berkembangnya mobil listrik sekarang ini, pertanyaan biaya charge mobil listrik sekali pengisian itu habis berapa seringkali diajukan. Pertanyaan ini cukup wajar, terutama buat kamu yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik dan ingin membandingkan biaya penggunaannya dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel.
Secara sederhana, biaya pengisian mobil listrik ditentukan oleh kapasitas baterai dan tarif listrik yang digunakan. Jadi, semakin besar kapasitas baterai, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk mengisinya sampai penuh.
Namun, biaya tersebut tidak selalu sama. Pengisian di rumah dan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) memiliki perhitungan yang berbeda. Yuk, simak cara menghitungnya biar kamu punya gambaran yang lebih jelas.
Untuk mengetahui perkiraan biaya pengisian, kamu bisa menggunakan rumus sederhana:
Biaya charge = energi yang digunakan (kWh) × tarif listrik per kWh
Sebagai contoh, anggap sebuah mobil listrik memiliki baterai berkapasitas 50 kWh. Jika baterai benar-benar diisi dari 0% hingga 100% dan tarif listrik yang digunakan adalah Rp1.700 per kWh, maka perhitungannya:
50 kWh × Rp1.700 = Rp85.000
Artinya, secara sederhana kamu membutuhkan sekitar Rp85 ribu untuk mengisi baterai 50 kWh sampai penuh.
Namun, dalam penggunaan sehari-hari, baterai biasanya tidak selalu diisi dari 0%. Misalnya, kamu melakukan pengisian dari 20% hingga 80%, energi yang perlu diisi hanya sekitar 60% dari kapasitas baterai.
Untuk baterai 50 kWh:
50 kWh × 60% = 30 kWh
Kemudian:
30 kWh × Rp1.700 = Rp51.000
Jadi, pengisian dari 20% ke 80% secara teoritis membutuhkan sekitar Rp51 ribu.
Perlu diingat, angka tersebut merupakan simulasi. Konsumsi listrik aktual dapat sedikit berbeda karena adanya kehilangan energi selama proses pengisian.
Baca juga Artikel: Mobil Listrik Jepang yang Sudah Dijual di Indonesia, Mana Pilihan Terbaik?
Besaran biaya charge mobil listrik tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas baterai. Ada beberapa faktor lain yang perlu kamu perhatikan, seperti:
Kapasitas baterai biasanya dinyatakan dalam kWh. Semakin besar kapasitasnya, semakin banyak energi yang dapat disimpan. Contohnya, baterai 40 kWh tentu membutuhkan energi lebih sedikit untuk diisi penuh dibandingkan baterai 60 kWh.
Ini menjadi faktor yang cukup penting dalam penggunaan sehari-hari. Jika baterai masih 50%, kamu tidak perlu membayar biaya untuk mengisi seluruh kapasitas baterai. Energi yang dibutuhkan hanya sekitar setengah dari kapasitas baterai, meskipun angka aktualnya tetap dipengaruhi kondisi pengisian.
Tarif listrik yang digunakan juga menentukan biaya akhir. Pengisian di rumah menggunakan tarif listrik sesuai golongan pelanggan, sedangkan pengisian melalui SPKLU mengikuti ketentuan tarif dan biaya layanan yang berlaku.
Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pengisian listrik melalui SPKLU dapat dikenakan energy charge berdasarkan tarif listrik layanan khusus dengan faktor pengali maksimal 1,5. Selain itu, pengguna juga dapat dikenakan biaya layanan pengisian untuk jenis pengisian tertentu.
Energi yang masuk ke baterai tidak selalu sama persis dengan listrik yang diambil dari sumber listrik. Ada energi yang terpakai dalam proses pengisian dan sistem kendaraan. Karena itu, hasil perhitungan menggunakan kapasitas baterai sebaiknya dianggap sebagai estimasi, bukan angka tagihan yang pasti.
Jadi, biaya charge mobil listrik dipengaruhi beberapa faktor. Kapasitas baterai dan tarif listrik menjadi penentu utamanya. Dengan memahami faktor tersebut, kamu bisa memperkirakan biaya pengisian dengan lebih akurat.
Baca juga Artikel: Jenis Baterai Mobil Listrik Ternyata Berbeda, Mana yang Lebih Awet?
Jika kamu bertanya mana yang lebih murah, pengisian di rumah umumnya lebih mudah dihitung karena mengikuti tarif listrik rumah yang digunakan. Sementara itu, SPKLU dapat memiliki komponen biaya layanan tambahan.
Kementerian ESDM dalam materi regulasinya mencantumkan tarif maksimal energi pengisian SPKLU sebesar Rp2.467/kWh dengan faktor pengali N=1,5. Namun, jangan langsung mengalikan angka tersebut ke semua SPKLU. Biaya aktual dapat bergantung pada penyedia, jenis layanan, dan ketentuan yang berlaku.
Nah, ini bagian yang sering membuat calon pemilik mobil penasaran. Secara biaya energi, mobil listrik memang dapat memiliki biaya penggunaan yang relatif rendah karena satuan perhitungannya menggunakan listrik dalam kWh.
Namun, perbandingan dengan mobil bensin tidak cukup hanya melihat biaya sekali isi. Kamu juga perlu melihat seberapa jauh mobil dapat berjalan dari energi tersebut. Misalnya, dua mobil sama-sama membutuhkan Rp100 ribu untuk energi. Jika mobil pertama dapat menempuh 500 km sementara mobil kedua hanya 350 km, biaya per kilometernya tentu berbeda. Karena itu, saat membandingkan mobil listrik dengan mobil konvensional, lebih tepat melihat:
Biaya per kilometer = biaya energi ÷ jarak tempuh
Cara ini memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai biaya operasional sehari-hari.
Baca juga Artikel: Port Charger Mobil Listrik di Indonesia dan Jenisnya
Biaya charge memang menarik untuk diperhitungkan, tetapi jangan sampai hanya fokus pada harga listriknya saja. Inilah beberapa hal yang penting dipertimbangkan sebelum membeli mobil listrik:
Kalau setelah membandingkan biaya operasional kamu merasa mobil bensin irit atau hybrid lebih sesuai, nggak perlu buru-buru menentukan pilihan, sobi Caroline. Kamu bisa mencari dan membandingkan mobil bekas sesuai kebutuhan melalui Caroline.id.
Setiap unit telah melalui inspeksi 150+ titik untuk membantu memastikan kondisi mobil sebelum dibeli. Pembelian juga dilengkapi Garansi 7G+ yang mencakup berbagai komponen penting dan memberikan perlindungan setelah pembelian.
Masih punya pertanyaan atau ingin konsultasi? Langsung hubungi kami via WhatsApp!
Tidak hanya beli mobil, Caroline.id juga menyediakan layanan seperti:


Bingung Memilih Charger Mobil Listrik? Kenali Dulu Jenis-Jenisnya
31 Agu 2026
Mengenal Jenis-Jenis Sensor Mobil dan Fungsinya untuk Keselamatan Berkendara
31 Agu 2026
Jenis Mobil Paling Ramah Lingkungan di Indonesia, Apa Saja?
31 Agu 2026
Apa Itu Safety Riding? Pahami Tujuan dan Manfaatnya bagi Pengendara
29 Agu 2026
CKD Mobil Adalah Apa? Kenali Bedanya dengan CBU Sebelum Membeli
29 Agu 2026
Pajak Mobil Rolls-Royce Berapa per Tahun? Ternyata Bisa Tembus Ratusan Juta
29 Agu 2026Ikuti Kami
Terpopuler
Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Bingung Memilih Charger Mobil Listrik? Kenali Dulu Jenis-Jenisnya
31 Agu 2026
Mengenal Jenis-Jenis Sensor Mobil dan Fungsinya untuk Keselamatan Berkendara
31 Agu 2026
Jenis Mobil Paling Ramah Lingkungan di Indonesia, Apa Saja?
31 Agu 2026
Charge Mobil Listrik Habis Berapa? Ini Estimasi Biaya Sekali Pengisian
31 Agu 2026
Apa Itu Safety Riding? Pahami Tujuan dan Manfaatnya bagi Pengendara
29 Agu 2026