Charge Mobil Listrik Habis Berapa? Ini Estimasi Biaya Sekali Pengisian

author-image
Dany M. Ridwan | 31 Agu 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Seiring berkembangnya mobil listrik sekarang ini, pertanyaan biaya charge mobil listrik sekali pengisian itu habis berapa seringkali diajukan. Pertanyaan ini cukup wajar, terutama buat kamu yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik dan ingin membandingkan biaya penggunaannya dengan mobil berbahan bakar bensin atau diesel.

Secara sederhana, biaya pengisian mobil listrik ditentukan oleh kapasitas baterai dan tarif listrik yang digunakan. Jadi, semakin besar kapasitas baterai, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan untuk mengisinya sampai penuh.

Namun, biaya tersebut tidak selalu sama. Pengisian di rumah dan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) memiliki perhitungan yang berbeda. Yuk, simak cara menghitungnya biar kamu punya gambaran yang lebih jelas.

banner 1.jpg.jpeg

Berapa Biaya Charge Mobil Listrik Sekali Pengisian?

Untuk mengetahui perkiraan biaya pengisian, kamu bisa menggunakan rumus sederhana:

Biaya charge = energi yang digunakan (kWh) × tarif listrik per kWh

Sebagai contoh, anggap sebuah mobil listrik memiliki baterai berkapasitas 50 kWh. Jika baterai benar-benar diisi dari 0% hingga 100% dan tarif listrik yang digunakan adalah Rp1.700 per kWh, maka perhitungannya:

50 kWh × Rp1.700 = Rp85.000

Artinya, secara sederhana kamu membutuhkan sekitar Rp85 ribu untuk mengisi baterai 50 kWh sampai penuh.

Namun, dalam penggunaan sehari-hari, baterai biasanya tidak selalu diisi dari 0%. Misalnya, kamu melakukan pengisian dari 20% hingga 80%, energi yang perlu diisi hanya sekitar 60% dari kapasitas baterai.

Untuk baterai 50 kWh:

50 kWh × 60% = 30 kWh

Kemudian:

30 kWh × Rp1.700 = Rp51.000

Jadi, pengisian dari 20% ke 80% secara teoritis membutuhkan sekitar Rp51 ribu.

Perlu diingat, angka tersebut merupakan simulasi. Konsumsi listrik aktual dapat sedikit berbeda karena adanya kehilangan energi selama proses pengisian.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Jepang yang Sudah Dijual di Indonesia, Mana Pilihan Terbaik?

Apa Saja yang Menentukan Biaya Charge Mobil Listrik?

Besaran biaya charge mobil listrik tidak hanya dipengaruhi oleh kapasitas baterai. Ada beberapa faktor lain yang perlu kamu perhatikan, seperti:

1. Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai biasanya dinyatakan dalam kWh. Semakin besar kapasitasnya, semakin banyak energi yang dapat disimpan. Contohnya, baterai 40 kWh tentu membutuhkan energi lebih sedikit untuk diisi penuh dibandingkan baterai 60 kWh.

2. Persentase Baterai Saat Mulai Charging

Ini menjadi faktor yang cukup penting dalam penggunaan sehari-hari. Jika baterai masih 50%, kamu tidak perlu membayar biaya untuk mengisi seluruh kapasitas baterai. Energi yang dibutuhkan hanya sekitar setengah dari kapasitas baterai, meskipun angka aktualnya tetap dipengaruhi kondisi pengisian.

3. Tarif Listrik

Tarif listrik yang digunakan juga menentukan biaya akhir. Pengisian di rumah menggunakan tarif listrik sesuai golongan pelanggan, sedangkan pengisian melalui SPKLU mengikuti ketentuan tarif dan biaya layanan yang berlaku.

Kementerian ESDM menjelaskan bahwa pengisian listrik melalui SPKLU dapat dikenakan energy charge berdasarkan tarif listrik layanan khusus dengan faktor pengali maksimal 1,5. Selain itu, pengguna juga dapat dikenakan biaya layanan pengisian untuk jenis pengisian tertentu.

4. Efisiensi Pengisian

Energi yang masuk ke baterai tidak selalu sama persis dengan listrik yang diambil dari sumber listrik. Ada energi yang terpakai dalam proses pengisian dan sistem kendaraan. Karena itu, hasil perhitungan menggunakan kapasitas baterai sebaiknya dianggap sebagai estimasi, bukan angka tagihan yang pasti.

Jadi, biaya charge mobil listrik dipengaruhi beberapa faktor. Kapasitas baterai dan tarif listrik menjadi penentu utamanya. Dengan memahami faktor tersebut, kamu bisa memperkirakan biaya pengisian dengan lebih akurat.

Baca juga Artikel: Jenis Baterai Mobil Listrik Ternyata Berbeda, Mana yang Lebih Awet?

Biaya Charge Mobil Listrik di Rumah vs SPKLU

Jika kamu bertanya mana yang lebih murah, pengisian di rumah umumnya lebih mudah dihitung karena mengikuti tarif listrik rumah yang digunakan. Sementara itu, SPKLU dapat memiliki komponen biaya layanan tambahan.

Faktor

Home Charging

SPKLU

Lokasi

Rumah

Stasiun pengisian umum

Dasar biaya

Tarif listrik pelanggan

Tarif listrik + ketentuan biaya layanan

Praktis untuk

Pengisian rutin

Perjalanan jauh atau saat membutuhkan pengisian di luar rumah

Waktu pengisian

Bergantung daya charger

Bergantung teknologi charging

Perhitungan

Relatif sederhana

Dapat melibatkan biaya layanan

Kementerian ESDM dalam materi regulasinya mencantumkan tarif maksimal energi pengisian SPKLU sebesar Rp2.467/kWh dengan faktor pengali N=1,5. Namun, jangan langsung mengalikan angka tersebut ke semua SPKLU. Biaya aktual dapat bergantung pada penyedia, jenis layanan, dan ketentuan yang berlaku.

Apakah Charge Mobil Listrik Lebih Murah daripada Isi BBM?

Nah, ini bagian yang sering membuat calon pemilik mobil penasaran. Secara biaya energi, mobil listrik memang dapat memiliki biaya penggunaan yang relatif rendah karena satuan perhitungannya menggunakan listrik dalam kWh. 

Namun, perbandingan dengan mobil bensin tidak cukup hanya melihat biaya sekali isi. Kamu juga perlu melihat seberapa jauh mobil dapat berjalan dari energi tersebut. Misalnya, dua mobil sama-sama membutuhkan Rp100 ribu untuk energi. Jika mobil pertama dapat menempuh 500 km sementara mobil kedua hanya 350 km, biaya per kilometernya tentu berbeda. Karena itu, saat membandingkan mobil listrik dengan mobil konvensional, lebih tepat melihat:

Biaya per kilometer = biaya energi ÷ jarak tempuh

Cara ini memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai biaya operasional sehari-hari.

Baca juga Artikel: Port Charger Mobil Listrik di Indonesia dan Jenisnya

Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Mobil Listrik?

Biaya charge memang menarik untuk diperhitungkan, tetapi jangan sampai hanya fokus pada harga listriknya saja. Inilah beberapa hal yang penting dipertimbangkan sebelum membeli mobil listrik:

  • Kebutuhan jarak tempuh harian, terutama jika mobil digunakan untuk perjalanan rutin.
  • Ketersediaan charging, baik di rumah maupun sepanjang rute yang sering kamu lewati.
  • Waktu pengisian, karena setiap kendaraan dan charger memiliki kemampuan berbeda.
  • Kapasitas baterai, yang berpengaruh terhadap jarak tempuh sekaligus kebutuhan energi.
  • Harga kendaraan dan biaya kepemilikan, bukan hanya biaya pengisian.
  • Ketersediaan layanan purnajual, terutama jika kamu mempertimbangkan mobil bekas.

Kalau setelah membandingkan biaya operasional kamu merasa mobil bensin irit atau hybrid lebih sesuai, nggak perlu buru-buru menentukan pilihan, sobi Caroline. Kamu bisa mencari dan membandingkan mobil bekas sesuai kebutuhan melalui Caroline.id.

Setiap unit telah melalui inspeksi 150+ titik untuk membantu memastikan kondisi mobil sebelum dibeli. Pembelian juga dilengkapi Garansi 7G+ yang mencakup berbagai komponen penting dan memberikan perlindungan setelah pembelian.

Masih punya pertanyaan atau ingin konsultasi? Langsung hubungi kami via WhatsApp!

Yuk, Pilih Mobil Sesuai Kebutuhanmu Bersama Caroline.id

Tidak hanya beli mobil, Caroline.id juga menyediakan layanan seperti: 

2.png

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Charge Mobil Listrik Habis Berapa? Ini Estimasi Biayanya