
Pemerintah Republik Indonesia (RI) berencana menerapkan program mobil listrik di Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menekan tingkat polusi udara yang cukup tinggi. Namun, sayangnya hingga saat ini, kebijakan program itu tak kunjung selesai.
Hingga saat ini pemerintah masih belum menerbitkan dua kebijakan baru yang ditujukan bagi industri otomotif. Melalui dua kebijakan tersebut diproyeksi bisa mengubah iklim industri otomotif di dalam negeri. Dua kebijakan itu antara lain Peraturan Presiden (PP) dan Peraturan Pemerintah (PM).
Menurut Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, PP untuk menciptakan percepatan program kendaraan bermotor listrik untuk transportasi, sedangkan PM menyangkut perubahan pajak yang berhubungan dengan klasifikasi kendaraan dan emisi otomotif.
"Pemerintah secara terus menerus melakukan komunikasi dan sudah memformulasikan kebijakan," ujarnya.
Jika proses perancangan dua kebijakan tersebut rampung, bisa dipastikan bahwa PP ditujukan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor berteknologi baterai.
Selain itu, Kementerian Perindustrian telah membuat peta jalan yang menyatakan produksi mobil di Indonesia bisa mencapai 1,5 juta unit dan 250 ribu unit di antaranya merupakan produk ekspor.
Sedangkan, PM lebih spesifik untuk mengubah pengkategorian kendaraan yang menyangkut Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Sri Mulyani menyebut PPnBM untuk kendaraan pada saat ini diskriminatif sebab mendorong MPV, namun membatasi sedan.
PPnBM yang baru dikatakan tidak lagi berdasarkan bentuk kendaraan, tetapi pengenaannya dihitung berdasarkan emisi gas buang dan kapasitas mesin (4.000 cc). "Diskriminasi PPnBM berhubungan dengan itu. Prinsip dari tarif pemajakan (yang baru) mulai dari 15 persen hingga 70 persen tergantung emisi. PM menyangkut perubahan pajak berhubungan dengan klasifikasi dan emisi otomotif," jelas Sri Mulyani.
Buat mendukung pengembangan industri kendaraan bermotor berbasis baterai, pemerintah juga dikatakan sudah menyiapkan berbagai macam insentif. Di antaranya tax holiday, tax allowance, bea masuk ditanggung pemerintah, pembangunan infrastruktur seperti SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum), bantuan kredit modal kerja untuk pengadaan swap baterai, serta sertifikasi kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan produk.
Jika mengacu dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menargetkan Indonesia mampu menghasilkan baterai lithium secara mandiri pada 2022. Hal ini guna memenuhi meningkatnya kebutuhan baterai lithium seiring dimulainya industri motor dan mobil listrik di Indonesia.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengungkapkan, saat ini Indonesia tengah mengembangkan teknologi guna memproses bahan baku lithium di Halmahera yang diperkirakan tahun 2021 sudah terbangun.
"Saat Halmahera sudah terbangun, bahan baku lithium sudah tersedia. Maka tahun 2022 atau 2023 kita sudah bisa memproduksi baterai lithium secara mandiri. UNS sudah jalan, tinggal membuat sistem otomatisasi," ujar Menteri Nasir saat berbincang dengan awak media beberapa waktu lalu.
Lebih jauh, Nasir pun mengatakan, baterai merupakan komponen penting bagi industri motor dan mobil listrik. "Harapannya ke depan baterai bisa menjadi salah satu alternatif energi terbarukan yang ada di Indonesia mengingat fosil yang ketersediaannya sangat terbatas. Para peneliti lantas dituntut dapat mengembangkan inovasi di bidang ini," tukasnya.
Baca informasi menarik lainnya dari dunia otomotif hanya di blog CAROLINE.id

One Way Lebaran 2026 Jadwal dan Aturan Rekayasa Lalu Lintas
14 Mar 2026
Rest Area Jegur Tempat Istirahat di Jalur Jawa Timur
14 Mar 2026
Rest Area Karangploso Tempat Singgah Strategis di Malang
14 Mar 2026
Rest Area Sukapura Tempat Istirahat Nyaman di Jalur Probolinggo
14 Mar 2026
Rest Area Wisata Sekar Pajang Tempat Singgah di Jalur Solo
14 Mar 2026
Rest Area di Tol Trans Jawa yang Paling Lengkap untuk Istirahat
14 Mar 2026Ikuti Kami
Terpopuler

Rest Area Cibubur Tol Jagorawi: Ini Fasilitasnya!
Tips & Trik | 27 Mar 2026
Rest Area KM 97 Tol Cipularang, Ada Apa Aja?
Tips & Trik | 27 Mar 2026
Rest Area KM 125 Cipularang: Ini Detail Fasilitas Terbaiknya!
Tips & Trik | 27 Mar 2026
Asuransi All Risk Mobil Adalah Manfaat dan Perlindungannya
Tips & Trik | 26 Mar 2026
Perbedaan Asuransi All Risk dan TLO Mana yang Lebih Cocok
Tips & Trik | 26 Mar 2026Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.