

Istilah REEV (Range-Extended Electric Vehicle) dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) mungkin terdengar mirip. Keduanya sama-sama memiliki baterai yang bisa diisi dari sumber listrik dan masih membawa mesin pembakaran internal.
Namun, cara kedua sistem ini menyalurkan tenaga ke roda cukup berbeda. Menurut International Energy Agency (IEA), REEV merupakan salah satu konfigurasi plug-in hybrid dengan mesin pembakaran yang berfungsi sebagai generator, sementara PHEV konvensional dapat menggunakan konfigurasi yang memungkinkan mesin turut terhubung langsung ke penggerak roda.
Jadi, kalau disederhanakan: REEV lebih mengutamakan motor listrik sebagai penggerak utama, sedangkan PHEV memberikan dua pilihan sumber tenaga untuk menggerakkan kendaraan.
Baca juga Artikel: Membeli Mobil LCGC Baru atau Mobil Bekas, Mana Lebih Baik?
REEV adalah singkatan dari Range-Extended Electric Vehicle. Konsepnya cukup menarik karena mobil tetap mengandalkan motor listrik untuk menggerakkan roda, tetapi memiliki mesin bensin sebagai range extender.
Ketika kapasitas baterai mulai menipis, mesin bensin dapat bekerja sebagai generator untuk menghasilkan listrik yang kemudian digunakan untuk mendukung sistem penggerak. Pada konfigurasi REEV tertentu, mesin tidak terhubung langsung secara mekanis ke roda.
Dengan begitu, karakter berkendaranya terasa lebih mendekati mobil listrik karena motor listrik menjadi bagian utama dalam menggerakkan kendaraan.
Beberapa keunggulan REEV antara lain:
Namun, sistemnya juga lebih kompleks karena kendaraan membawa baterai besar sekaligus mesin pembakaran dan komponen pendukungnya.
Baca juga Artikel: Pajak Mobil Listrik 2026, Masih Dapat Insentif atau Sudah Berubah?
Sementara itu, PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai berkapasitas lebih besar dibanding hybrid biasa.
Perbedaannya dengan hybrid konvensional, baterai PHEV dapat diisi ulang menggunakan sumber listrik eksternal. Mobil kemudian bisa digunakan dalam mode listrik untuk perjalanan tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih atau ikut bekerja ketika diperlukan.
Karena sistem penggeraknya dapat berbeda-beda, tidak semua PHEV bekerja dengan cara yang persis sama. Ada PHEV yang memungkinkan mesin dan motor listrik bekerja bersama untuk menggerakkan roda, misalnya melalui konfigurasi paralel atau series-parallel.
PHEV menarik buat kamu yang membutuhkan fleksibilitas dalam penggunaan sehari-hari. Saat baterai cukup dan perjalanan relatif pendek, mobil bisa menggunakan tenaga listrik. Untuk perjalanan lebih jauh, mesin bensin memberikan tambahan fleksibilitas.
Artinya, kamu tidak harus memilih antara mobil listrik atau mobil bermesin bensin secara sepenuhnya.
Supaya lebih mudah membayangkannya, berikut perbandingan sederhananya:
Perlu dicatat, detail sistem bisa berbeda antara produsen dan model. Jadi, jangan hanya melihat label REEV atau PHEV saat membandingkan kendaraan.
Baca juga Artikel: 7 Mobil Hybrid di Bawah 300 Juta Terbaik 2026, Murah dan Irit BBM
Sayangnya, tidak ada jawaban mutlak bahwa REEV pasti lebih irit daripada PHEV. Efisiensi sangat bergantung pada seberapa sering baterai diisi, jarak perjalanan, kondisi jalan, gaya berkendara, bobot kendaraan, serta bagaimana sistem hybrid tersebut dikalibrasi.
PHEV bisa sangat efisien untuk perjalanan harian jika kamu rutin mengisi baterainya dan sebagian besar perjalanan masih berada dalam jangkauan listrik. Sebaliknya, jika baterai jarang diisi, keunggulan efisiensi PHEV bisa tidak maksimal. Sistem plug-in memang dirancang agar energi dari jaringan listrik dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Jadi, jangan terpaku pada angka konsumsi BBM di brosur. Pola penggunaan sehari-hari justru punya pengaruh besar.
Kalau rutinitas kamu didominasi perjalanan dalam kota dengan jarak relatif pendek dan tersedia fasilitas pengisian daya di rumah, REEV maupun PHEV bisa menjadi pilihan menarik.
REEV unggul jika kamu menginginkan pengalaman berkendara yang lebih dominan menggunakan motor listrik. Sementara itu, PHEV bisa lebih menarik untuk kamu yang ingin fleksibilitas antara tenaga listrik dan mesin bensin.
Untuk perjalanan luar kota yang panjang, keduanya menawarkan kelebihan dibanding kendaraan listrik murni dari sisi fleksibilitas sumber energi. Meski begitu, tetap perhatikan kapasitas baterai, kapasitas tangki, serta karakter sistem penggerak dari model yang kamu incar.
Pada akhirnya, mana yang lebih baik, REEV atau PHEV? Jawabannya bergantung pada kebiasaan kamu.
Buat kamu yang belum siap masuk ke teknologi elektrifikasi plug-in, tidak perlu memaksakan diri. Mobil hybrid non-plug-in atau mobil konvensional yang irit bahan bakar juga masih bisa menjadi pilihan praktis untuk kebutuhan harian.
Baca juga Artikel: Alphard XE vs G: Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Worth It?
Sobi Caroline, teknologi mobil boleh semakin canggih, tetapi kondisi unit tetap menjadi hal yang nggak boleh dilewatkan. Apalagi kalau kamu mempertimbangkan mobil bekas, jangan hanya melihat tahun, fitur, atau angka konsumsi bahan bakarnya.
Di Caroline.id, setiap unit yang kamu pilih melewati proses inspeksi untuk membantu memastikan kondisi mobil sebelum dibawa pulang. Ada pula Garansi 7G+ selama satu tahun yang memberikan perlindungan pada komponen penting seperti mesin, transmisi, AC, rem, kelistrikan, kemudi, dan kaki-kaki.
Lebih dari itu, tersedia buyback warranty. Jika kemudian terbukti mobil merupakan bekas tabrakan berat atau pernah terdampak banjir bandang, Caroline.id memberikan jaminan pengembalian uang sesuai ketentuan yang berlaku.
Segera hubungi kami via WhatsApp dan ceritakan kebutuhan mobil kamu!
Butuh Mobil Sesuai Kebutuhan? Cek Layanan Caroline.id:


Mobil Listrik Harga 200 Jutaan, Apa Saja Pilihannya?
22 Okt 2026
Mobil Listrik Termahal di Indonesia, Semahal Apa?
22 Okt 2026
Mobil Listrik Termurah di Indonesia, Harga dan Pilihannya
22 Okt 2026
Merek Mobil Listrik Terlaris di Indonesia, Ini Daftarnya
22 Okt 2026
Daya Tahan Baterai Mobil Listrik, Awet untuk Berapa Tahun?
22 Okt 2026
Cara Mengurus Asuransi Mobil, Ini Syarat dan Prosedurnya
21 Okt 2026Ikuti Kami
Terpopuler
Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Mobil Listrik Pertama di Dunia, Sejarahnya Mengejutkan
23 Okt 2026
Mobil Listrik Buatan Indonesia, Apa Saja Mereknya?
23 Okt 2026
Kenapa Mobil Listrik Tidak Bisa Parkir Paralel? Ini Alasannya
23 Okt 2026
Mobil Listrik Harga 400 Jutaan, Mana Pilihan yang Menarik?
23 Okt 2026
Mobil Listrik Harga 300 Jutaan, Cek Pilihan Terbaiknya
23 Okt 2026