logo caroline red
menu

Nissan GT-R R35, Mobil Sport Legendaris dengan Performa Tinggi

author-image
Caroline.id | 12 Feb 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Nissan GT-R R35 adalah definisi nyata dari sebuah "supercar killer" yang menggabungkan performa buas, teknologi presisi Jepang, dan kegunaan harian yang mengejutkan. Ditenagai oleh mesin legendaris VR38DETT 3.8-liter Twin-Turbo V6 yang dirakit dengan tangan oleh seorang Takumi (ahli mesin master Nissan), mobil ini mampu menyemburkan tenaga mulai dari 480 HP pada model awal (2007) hingga menembus 600 HP pada varian Nismo terbaru. 

Kehebatan utamanya tidak hanya pada tenaga kuda, melainkan pada sistem penggerak semua roda (AWD) canggih bernama ATTESA E-TS dan transmisi kopling ganda 6-percepatan yang memungkinkannya melesat dari 0-100 km/jam dalam waktu kurang dari 3 detik.

Sejak diluncurkan pertama kali pada tahun 2007 (dan masuk Indonesia sekitar 2008), R35 memisahkan diri dari nama "Skyline" dan berdiri sebagai entitas tunggal GT-R. Di tahun 2026 ini, R35 telah bertransformasi dari sekadar mobil kencang menjadi aset investasi dan ikon budaya pop otomotif. Meskipun desain dasarnya sudah berusia hampir dua dekade, Nissan terus melakukan penyempurnaan (facelift) berkala.

Jantung Pacu: Filosofi "One Man, One Engine"

Berbeda dengan mobil sport massal lainnya, mesin GT-R R35 diperlakukan layaknya karya seni.

  • Perakitan Takumi: Setiap mesin VR38DETT dirakit di ruangan bersih (clean room) khusus di pabrik Yokohama oleh satu dari hanya lima orang Takumi (master pengrajin) di dunia. Nama perakit tersebut terukir pada plakat aluminium di blok mesin.
  • Plasma Coating: Dinding silindernya tidak menggunakan liner besi biasa, melainkan disemprot dengan lapisan plasma rendah gesekan. Ini membuat mesin lebih ringan dan pendinginan lebih efisien, namun membuatnya sangat sulit untuk di-oversize sembarangan.
  • Potensi Tuning: Mesin ini dikenal sangat kuat (over-engineered). Dengan komponen internal standar (stock internal), ia sanggup menahan tenaga hingga 800 HP. Dengan modifikasi penuh, R35 bisa menembus 2.000 HP dan menjadi raja drag race dunia.

Baca juga: Skyline R34: Sejarah dan Daya Tariknya di Dunia Otomotif

Transmisi dan Drivetrain: Rahasia Kecepatan

Kenapa GT-R bisa lebih cepat dari Ferrari atau Lamborghini di zamannya? Jawabannya ada di cara ia menyalurkan tenaga ke aspal.

  • GR6 Dual Clutch Transmission: Transmisi 6-percepatan buatan BorgWarner ini ditempatkan di belakang (transaxle), terpisah dari mesin di depan. Tujuannya untuk distribusi bobot yang sempurna (50:50). Perpindahan giginya terjadi dalam hitungan 0,15 detik.
  • ATTESA E-TS Pro: Sistem AWD ini bias ke roda belakang (RWD-biased). Dalam kondisi normal, 100% tenaga dikirim ke roda belakang untuk sensasi menyetir yang sporty. Namun, saat sensor mendeteksi slip, hingga 50% tenaga bisa dikirim ke roda depan secara instan. Inilah yang membuat GT-R "menempel" seperti lem saat menikung.
  • Launch Control: Fitur kontroversial yang membuat mobil bisa start seperti roket. Pada model awal (CBA), penggunaan fitur ini sering merontokkan transmisi, namun pada model facelift (DBA & EBA), durabilitasnya sudah jauh ditingkatkan.

Baca juga: Mobil Sport yang Paling Diburu di Indonesia

Interior: Gran Turismo di Dunia Nyata

Masuk ke kabin R35, Sobi Caroline akan merasakan nuansa kokpit pesawat tempur yang dipadukan dengan video game.

  • Layar Multifungsi Polyphony Digital: Layar sentuh di tengah dashboard didesain oleh pembuat game Gran Turismo. Ia menampilkan data telemetri real-time seperti G-Force, tekanan turbo, suhu oli transmisi, hingga distribusi torsi. Fitur ini sangat futuristik saat pertama kali keluar.
  • Posisi Mengemudi: Posisi duduknya sangat ergonomis. Jok bucket menopang tubuh dengan baik, namun tetap nyaman untuk perjalanan jauh (Grand Tourer).
  • Kualitas Material: Pada model awal (2008-2010), interiornya terasa agak "plastik". Namun, mulai facelift besar tahun 2017, Nissan menyematkan kulit Nappa jahitan tangan di dashboard dan doortrim, membuatnya terasa jauh lebih mewah dan premium.
  • Kepraktisan: Ini adalah supercar yang bisa dipakai belanja. Bagasinya cukup luas untuk dua set stik golf, dan kursi belakangnya (meski sempit) masih bisa diduduki anak-anak atau untuk menaruh tas.

Evolusi Kode Sasis: CBA, DBA, dan EBA

Saat mencari R35 bekas, Sobi Caroline wajib tahu kode sasisnya, karena perbedaannya signifikan.

  • CBA-R35 (2007-2010): Generasi pertama. Tenaga 480-485 HP. Ciri khasnya ada lampu LED daytime running light (DRL) kecil di bumper (untuk model 2010). Suspensi tergolong sangat keras. Harga paling terjangkau.
  • DBA-R35 (2011-2016): Facelift pertama. Tenaga naik menjadi 530 HP (lalu 545 HP). Bumper depan dilengkapi LED strip panjang. Suspensi direvisi menjadi lebih nyaman namun tetap stabil. Masalah transmisi awal sudah diperbaiki.
  • EBA-R35 (2017-2023): Facelift besar kedua (Major Change). Tenaga 565 HP. Wajah depan berubah total dengan gril "V-Motion". Interior berubah total menjadi lebih modern dengan tombol yang lebih sedikit. Knalpot titanium standar.
  • T-Spec & Nismo: Varian spesial dengan rem keramik karbon, velg emas, dan warna bodi legendaris (Millennium Jade / Midnight Purple). Harganya "gelap" alias suka-suka penjual.

Baca juga: Cek Tilang Elektronik dan Cara Pembayarannya

Wujudkan Mimpi Memiliki Supercar Bersama Caroline.id

Jika Sobi Caroline merasa tertantang untuk memelihara mobil sport, namun masih dihantui rasa takut akan kondisi unit bekas maka Caroline.id adalah mitra terbaik. Setiap unit premium yang masuk ke inventori kami wajib melewati proses inspeksi ketat di 150 titik pengecekan.

Selain transparansi kondisi, kami juga memberikan perlindungan nyata melalui layanan Garansi 7G+. Garansi ini mencakup perbaikan komponen paling vital dan mahal seperti mesin dan transmisi selama satu tahun penuh. Jadi, impian memiliki mobil sport legendaris kini bisa terwujud dengan aman, nyaman, dan bebas risiko!

Hubungi kami sekarang juga untuk konsultasi dan penawaran unit terbaik!

Klik Ini untuk Kami Bantu Pilih Mobil.webp

Layanan kami siap membantu kebutuhan Sobi Caroline:

AUTHOR
author-image