Harga Jual Mobil Listrik Bekas, Segini Kisaran dan Faktor Penentunya

author-image
Dany M. Ridwan | 17 Sep 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Harga jual mobil listrik bekas di Indonesia cukup beragam, mulai dari sekitar Rp90 jutaan hingga lebih dari Rp500 juta, tergantung model, tahun produksi, kondisi baterai, serta permintaan pasarnya. 

Beberapa mobil listrik bahkan mengalami depresiasi lebih cepat dibanding mobil konvensional karena perkembangan teknologi yang sangat pesat dan munculnya model baru dengan harga semakin kompetitif.

Penasaran kenapa selisih harga mobil listrik bekas bisa sejauh itu? Kalau kamu sedang mempertimbangkan menjual atau sekadar ingin tahu nilai kendaraanmu saat ini, yuk lihat faktor-faktor yang paling berpengaruh berikut.

Kisaran Harga Jual Mobil Listrik Bekas di Indonesia

Tidak ada satu angka yang bisa dijadikan patokan untuk semua mobil listrik bekas. Sebagai gambaran pasar 2026, beberapa unit seperti Wuling Air ev tahun 2022–2023 dapat ditemukan mulai kisaran Rp100 jutaan, sedangkan Hyundai Ioniq 5 bekas berada di kelas harga yang jauh lebih tinggi. Ada pula model lain yang berada di rentang Rp200–500 jutaan.

Model

Kisaran harga bekas*

Wuling Air ev

Mulai sekitar Rp100 jutaan

Neta V

Di bawah Rp200 jutaan pada sebagian pasar

Chery Omoda E5

Sekitar Rp280–300 jutaan

Hyundai Ioniq 5

Sekitar Rp400 jutaan ke atas

Mobil listrik premium

Bisa Rp500 jutaan atau lebih

*Harga merupakan gambaran dari sejumlah data pasar/lelang 2026 dan bukan harga jual pasti. Kondisi, tahun, varian, lokasi, serta riwayat kendaraan dapat membuat harga berbeda.

Jadi, kalau kamu menemukan mobil listrik bekas dengan harga yang terlihat sangat murah, jangan langsung menganggap itu pasti menguntungkan. Kondisi baterai, sisa garansi, dan riwayat kendaraan tetap perlu diperiksa.

Baca juga Artikel: Ban Mobil EV Terbaik untuk Berkendara Nyaman dan Lebih Aman

Apa yang Menentukan Harga Jual Mobil Listrik Bekas?

Nilai jual mobil listrik tidak hanya ditentukan oleh tahun produksinya. Ada beberapa aspek yang biasanya ikut diperhatikan ketika kendaraan masuk ke pasar sekunder.

1. Kondisi dan Kesehatan Baterai

Baterai merupakan komponen paling penting pada mobil listrik. Seiring pemakaian, kapasitas baterai dapat mengalami penurunan sehingga kemampuan menyimpan energi dan jarak tempuh ikut berubah.

Karena itu, kondisi baterai menjadi salah satu pertimbangan utama calon pembeli. Mobil dengan kesehatan baterai yang baik dan sisa garansi baterai yang masih panjang cenderung lebih menarik dibandingkan unit dengan riwayat penggunaan yang tidak jelas.

2. Usia dan Tahun Produksi

Semakin tua usia kendaraan, biasanya semakin besar depresiasinya. Namun, pada mobil listrik, pengaruh usia bisa terasa lebih kuat karena teknologi berkembang dengan cepat.

Model yang beberapa tahun lalu dianggap canggih bisa saja bersaing dengan mobil baru yang menawarkan baterai lebih besar, jarak tempuh lebih jauh, atau fitur lebih lengkap dengan harga yang kompetitif.

3. Model dan Popularitas Merek

Merek dan model yang memiliki permintaan tinggi biasanya lebih mudah dipasarkan kembali. Data GAIKINDO yang diolah Databoks menunjukkan BYD menjadi salah satu merek dengan volume penjualan BEV terbesar di Indonesia pada 2026. 

Tingginya penjualan memang tidak otomatis menjamin harga bekas, tetapi menunjukkan bahwa penerimaan pasar juga menjadi faktor yang layak diperhatikan.

4. Perkembangan Harga Mobil Baru

Ini salah satu alasan kenapa harga mobil listrik bekas bisa turun cukup cepat. Ketika produsen meluncurkan model baru dengan harga lebih rendah atau teknologi lebih baik, harga unit generasi sebelumnya ikut mendapat tekanan.

Bahkan, menurut keterangan pelaku industri yang dikutip detikOto, depresiasi sejumlah mobil listrik di Indonesia dapat mencapai sekitar 50% dalam tiga sampai empat tahun.

5. Riwayat Pemakaian dan Perawatan

Bukan hanya baterai yang perlu dilihat. Riwayat servis, kondisi kelistrikan, bodi, kaki-kaki, interior, hingga kemungkinan pernah mengalami kecelakaan atau terendam banjir juga dapat mempengaruhi nilai kendaraan.

Semakin lengkap dokumentasi perawatan dan semakin jelas riwayat kendaraan, semakin mudah calon pembeli menilai kondisinya.

Baca juga Artikel: Charge Mobil Listrik Habis Berapa? Ini Estimasi Biaya Sekali Pengisian

Apakah Mobil Listrik Bekas Masih Layak Dijual?

Tentu saja bisa. Pasar mobil listrik bekas tetap ada, apalagi jumlah kendaraan listrik di Indonesia terus bertambah. Data GAIKINDO menunjukkan penjualan wholesale BEV mencapai sekitar 69.700 unit pada semester pertama 2026, naik sekitar 81% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, jangan hanya berpatokan pada harga ketika mobil pertama kali dibeli. Kalau kamu ingin menjualnya, lakukan pengecekan kondisi kendaraan secara menyeluruh dan bandingkan dengan harga unit sejenis di pasar.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Jepang yang Sudah Dijual di Indonesia, Mana Pilihan Terbaik?

FAQ

1. Berapa harga jual mobil listrik bekas?

Kisaran harganya sangat beragam, mulai sekitar Rp90–100 jutaan hingga lebih dari Rp500 juta. Model, tahun, kondisi baterai, dan permintaan pasar menjadi penentu utamanya.

2. Apakah mobil listrik bisa dijual lagi?

Bisa. Mobil listrik tetap memiliki pasar sekunder, tetapi nilai jualnya sangat bergantung pada kondisi kendaraan, kesehatan baterai, popularitas model, dan perkembangan harga mobil listrik baru.

3. Kenapa harga mobil listrik bekas anjlok?

Salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi yang cepat. Model baru bisa hadir dengan harga dan spesifikasi lebih kompetitif, sehingga unit lama mengalami tekanan harga.

4. Berapa lama umur baterai mobil listrik?

Umurnya berbeda-beda tergantung teknologi dan pola penggunaan. Sebagai gambaran, sejumlah produsen memberikan garansi baterai sekitar 8 tahun atau 160.000 km.

Jadi, Apakah Harga Mobil Listrik Bekas Akan Terus Turun?

Belum tentu. Pasar mobil listrik masih berkembang dan harga bekasnya terus membentuk pola baru seiring bertambahnya populasi kendaraan, model, jaringan servis, serta perkembangan teknologi baterai.

Jika kamu sedang menghitung nilai jual mobil listrik yang dimiliki, jangan terpaku pada satu angka. Bandingkan model yang sama, tahun produksi, kondisi baterai, kilometer, varian, dan kondisi keseluruhan agar perkiraannya lebih masuk akal.

Untuk kebutuhan mobilitas harian, kamu juga bisa mempertimbangkan pilihan mobil yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan budget melalui Caroline.id. Caroline.id sendiri saat ini tidak menjual mobil listrik, tetapi menyediakan berbagai pilihan kendaraan bekas dan layanan otomotif untuk membantu kamu menemukan opsi yang lebih sesuai.

Jika masih bingung menentukan pilihan atau ingin berkonsultasi mengenai kebutuhan mobilmu, hubungi kami via WhatsApp, ya, Sobi Caroline.

Layanan Caroline.id untuk Kebutuhan Mobil Kamu

5.png

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Harga Jual Mobil Listrik Bekas, Segini Kisaran & Penentunya