
Persaingan abadi di lintasan Formula 1 yang merembet ke jalan raya menciptakan dua kubu fanatik yakni McLaren vs Ferrari. Membicarakan kedua merek ini bukan lagi sekadar membandingkan angka kecepatan, melainkan dua filosofi pembuatan mobil yang bertolak belakang. Pabrikan asal Woking, Inggris ini menciptakan McLaren terasa seperti "pesawat tempur darat" yang sangat cepat, sangat ringan, dan sangat fokus pada efisiensi. Di sisi lain, Ferrari adalah tentang gairah (passion), drama, dan jiwa Italia yang meledak-ledak. Pabrikan Maranello ini tidak hanya menjual mobil, mereka menjual mimpi, sejarah, dan suara mesin yang bisa membuat bulu kuduk berdiri.
Inilah perbedaan paling mendasar yang membentuk karakter mobil mereka.
Filosofi McLaren adalah "Form Follows Function". Setiap lekukan bodi, setiap lubang ventilasi, didesain murni untuk mengalirkan udara. Pionir penggunaan sasis serat karbon (Carbon Fiber Monocell) pada semua lini produksinya, bukan hanya model termahal. Ini membuat McLaren sangat ringan dan kaku. Pendekatannya sangat klinis dan teknikal. Mengemudikan McLaren terasa seperti mengoperasikan alat presisi tinggi.
Filosofi Ferrari adalah "Emozione" (Emosi). Mereka merancang mobil yang harus cantik dipandang dulu, baru kemudian dioptimalkan aerodinamikanya. Mesin adalah jantungnya. Ferrari sangat menjaga karakter suara mesin (bahkan pada era Turbo dan Hybrid) agar tetap memiliki nada khas Italia yang melengking dan dramatis. Mengemudikan Ferrari adalah sebuah teater; ada drama, ada suara, dan ada rasa bangga.
Bagaimana rasanya di balik kemudi?
Masih setia mempertahankan rasa setir Hidrolik (pada banyak modelnya) di saat rival lain beralih ke elektrik. Hasilnya? Umpan balik (feedback) setir McLaren dianggap yang terbaik di dunia.
Sistem suspensi hidrolik canggih (Proactive Chassis Control) membuat McLaren anehnya sangat nyaman dipakai harian, namun seketika menjadi kaku saat di sirkuit.
Terkenal dengan setir yang sangat ringan dan super-responsif (twitchy). Sedikit gerakan tangan, hidung mobil langsung berbelok tajam.
Fitur ikonik Manettino Dial di setir (tombol putar mode berkendara) membuat pengemudi merasa seperti pembalap F1. Mode berkendara Ferrari (Wet, Sport, Race, CT Off) mengubah karakter mobil secara drastis dari jinak menjadi liar.
Baca juga: Nissan GT-R R35, Mobil Sport Legendaris dengan Performa Tinggi
Secara historis, YA, McLaren pernah memegang gelar mobil produksi tercepat di dunia dengan McLaren F1 pada tahun 1998 (mencapai 386 km/jam), sebuah rekor yang bertahan selama bertahun-tahun untuk mobil naturally aspirated.
Namun di era modern tahun 2026, jika kita bicara tentang top speed murni di garis lurus, gelar "tercepat" seringkali diperebutkan oleh merek hypercar spesialis seperti Bugatti, Koenigsegg, atau Hennessey yang menembus 480+ km/jam. Meski begitu, McLaren memiliki Speedtail, sebuah Hyper-GT yang mampu mencapai kecepatan 403 km/jam, menjadikannya McLaren tercepat saat ini. Fokus McLaren bukanlah sekadar angka kecepatan tertinggi di jalan lurus, melainkan kecepatan di tikungan (cornering speed) dan waktu putaran sirkuit (lap time), di mana mereka seringkali mengalahkan mobil yang lebih bertenaga berkat aerodinamika yang superior.
Gelar McLaren paling mahal jatuh kepada sang legenda, McLaren F1 (produksi 1992-1998). Karena hanya diproduksi sebanyak 106 unit dan nilai sejarahnya yang luar biasa, harga lelangnya bisa menembus angka USD 20 Juta (sekitar Rp 300 Miliar).
Untuk jajaran mobil baru atau modern, McLaren Solus GT (mobil balap satu kursi yang menjadi kenyataan dari video game) dan McLaren Speedtail adalah yang termahal, dengan harga baru di kisaran USD 3 - 4 Juta (Rp 45 - 60 Miliar) sebelum pajak. Model terbaru McLaren W1 juga masuk dalam kategori pricey ini, menjadi incaran kolektor top dunia.
Baca juga: Supra MK5, Mobil Sport Performa Maksimal dan Desain Menawan
Tentu saja, bahkan lebih dari itu. McLaren secara eksklusif memproduksi Supercar dan Hypercar. Mereka tidak membuat SUV (hingga saat ini), sedan, atau mobil biasa. Lini produk mereka terbagi menjadi tiga pilar utama:
GTS / GT | Supercar yang didesain untuk kenyamanan harian dan perjalanan jauh (Grand Tourer). |
Supercars (dulu Super Series) | Seperti 750S dan Artura. Ini adalah inti dari bisnis mereka, menawarkan performa trek yang buas. |
Ultimate Series | Seperti McLaren Senna, P1, Speedtail, Elva, dan W1. Ini adalah Hypercar edisi terbatas dengan teknologi F1 yang legal di jalan raya.
|
Jawaban dari pertanyaan ini sangat bergantung pada apa yang Sobi Caroline cari:
Seringkali McLaren unggul tipis. Berkat sasis serat karbon yang lebih ringan dan aerodinamika aktif, McLaren sering mencatat waktu putaran sirkuit yang lebih cepat dan akselerasi yang lebih brutal dibanding Ferrari sekelasnya.
Ferrari hampir selalu menang. Suara mesin V12 atau V8 Ferrari, desain interior kulit Italia yang harum, dan prestige logo Kuda Jingkrak memberikan kepuasan batin yang sulit diukur dengan angka. Selain itu, Nilai Jual Kembali (Resale Value) Ferrari jauh lebih baik dan stabil dibanding McLaren.
Baca juga: Subaru BRZ vs Toyota 86, Perbandingan Mobil Sport Jepang
Meskipun Caroline.id dikenal sebagai rajanya mobil penumpang berkualitas, kami memahami bahwa Sobi Caroline mungkin memiliki selera yang beragam, mulai dari City Car hingga Supercar. Prinsip kami tetap sama: Kualitas.
Jika kamu mencari mobil premium atau bahkan Supercar bekas (seperti Ferrari California atau McLaren MP4-12C), fitur Preorder Caroline.id adalah solusinya. Tim kami akan membantu mencarikan unit spesifik yang kamu impikan, melakukan inspeksi mendalam untuk memastikan mobil tersebut bukan bekas kecelakaan parah atau memiliki masalah mesin yang fatal.
Untuk mobil-mobil mass market (Toyota, Honda, BMW, Mercedes-Benz) yang tersedia di stok kami, standarnya lebih tinggi lagi. Setiap unit melewati inspeksi 150 titik dan dilindungi oleh Garansi 7G+. Garansi ini mencakup mesin, transmisi, dan komponen vital lainnya selama satu tahun.
Hubungi kami sekarang juga. Ceritakan mobil impian Sobi Caroline, dan biarkan kami membantu mewujudkannya!
Layanan kami siap membantu kebutuhan Sobi Caroline:

McLaren vs Ferrari, Duosupercar dengan Performa Luar Biasa
16 Feb 2026
Ignis vs Ayla, Perbandingan Mobil Kompak dengan Fitur Terbaik
16 Feb 2026
Ignis vs Agya, Mobil Kompak Mana yang Lebih Hemat BBM?
16 Feb 2026
Hyundai vs Toyota, Perbandingan Merek Mobil Terkenal di Indonesia
16 Feb 2026
Mazda VX1 vs Ertiga, Pilih Mana untuk Mobil Keluarga Ideal?
16 Feb 2026
Civic vs Accord, Perbandingan Sedan Honda Tangguh dan Elegan
16 Feb 2026Ikuti Kami
Terpopuler

Promo Mobil Bekas Spesial Lebaran di Ramadan Auto Fest Caroline.id!
Promo | 16 Feb 2026
10 Rekomendasi Mobil Mudik Terbaik untuk Pulang Kampung
Tips & Trik | 16 Feb 2026
McLaren vs Ferrari, Duosupercar dengan Performa Luar Biasa
Bedah Mobil | 16 Feb 2026
Ignis vs Ayla, Perbandingan Mobil Kompak dengan Fitur Terbaik
Bedah Mobil | 16 Feb 2026
Ignis vs Agya, Mobil Kompak Mana yang Lebih Hemat BBM?
Bedah Mobil | 16 Feb 2026Jual Beli Bergaransi!
Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.