Mobil Listrik Selo: Kisah Mobil Listrik Karya Anak Bangsa

author-image
Dany M. Ridwan | 24 Okt 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Mobil listrik Selo adalah purwarupa mobil sport bertenaga listrik karya anak bangsa yang dikembangkan pada 2013 oleh Ricky Elson bersama timnya, dengan dukungan gagasan dari Dahlan Iskan. 

Mobil ini menarik perhatian karena desainnya yang sporty dan ambisi untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengembangkan teknologi kendaraan listrik sendiri. Meski sempat dipamerkan di berbagai acara, Selo belum berkembang menjadi mobil produksi massal. Yuk, kenali sejarah, spesifikasi, dan kelanjutan kisah mobil listrik Selo yang pernah membawa harapan besar bagi industri otomotif Indonesia.

Mengenal Mobil Listrik Selo, Karya Ricky Elson

Nama Selo mulai dikenal ketika pengembangan mobil listrik nasional ramai dibicarakan pada 2013. Proyek ini melibatkan Ricky Elson, seorang ahli motor listrik Indonesia yang memiliki pengalaman mengembangkan teknologi tersebut di Jepang.

Selo merupakan bagian dari upaya mengembangkan kendaraan listrik lokal melalui tim yang dikenal sebagai Putra Petir. Program ini mendapat perhatian dari Dahlan Iskan, yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN dan mendorong pengembangan mobil listrik buatan Indonesia.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Pertama di Indonesia, Ini Sejarah Lengkapnya

Berbeda dari mobil listrik perkotaan yang mengutamakan kepraktisan, Selo dirancang sebagai mobil sport dua pintu. Bentuk bodinya yang rendah, garis desain tegas, serta pintu yang terbuka ke arah atas membuatnya terlihat mencolok.

Menurut pemberitaan ANTARA pada Maret 2013, nama Selo diambil dari bahasa Jawa yang berarti batu. Nama tersebut juga dikaitkan dengan kisah Ki Ageng Sela dalam tradisi Jawa.

Bagaimana Sejarah Mobil Listrik Selo?

Perjalanan Selo tidak bisa dilepaskan dari proyek mobil listrik Indonesia yang muncul sebelum dan sesudahnya.

1. Berawal dari Pengalaman Proyek Tucuxi

Sebelum Selo dikembangkan, Indonesia lebih dahulu mengenal Tucuxi, mobil sport listrik yang dirancang Danet Suryatama dan dikembangkan bersama timnya. Kendaraan tersebut mengalami kecelakaan saat diuji pada Januari 2013.

Setelah kejadian itu, pengembangan mobil listrik sport kembali diarahkan melalui proyek Selo. Ricky Elson mendapat kepercayaan untuk merancang kendaraan dengan pendekatan berbeda, termasuk penggunaan gearbox atau sistem transmisi.

2. Dipersiapkan untuk KTT APEC 2013

Selo dikembangkan untuk memperlihatkan potensi teknologi kendaraan listrik Indonesia. Purwarupa ini kemudian tampil dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) di Bali pada Oktober 2013.

Kehadirannya menjadi salah satu cara memperkenalkan hasil pengembangan teknologi lokal kepada masyarakat. Selo juga menjalani uji coba di sejumlah kota, termasuk Surabaya, sebagai bagian dari kegiatan pengenalan kendaraan listrik.

3. Perkembangannya Tidak Berlanjut Menjadi Produksi Massal

Walaupun berhasil menarik perhatian, membuat purwarupa dan memproduksi mobil secara massal merupakan dua tantangan berbeda. Mobil yang sudah bisa berjalan belum tentu siap dipasarkan karena masih membutuhkan pengujian, penyempurnaan teknis, serta pemenuhan persyaratan kendaraan untuk penggunaan di jalan raya.

Dalam perkembangannya, Selo tidak menjadi mobil komersial yang dipasarkan secara luas. Karena itu, mobil ini lebih tepat dipahami sebagai bagian dari sejarah pengembangan teknologi otomotif Indonesia.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Termurah di Indonesia, Harga dan Pilihannya

Spesifikasi Mobil Listrik Selo yang Pernah Diberitakan

Salah satu hal yang membuat Selo menarik adalah spesifikasi teknis yang pernah dipublikasikan ketika kendaraan tersebut diperkenalkan.

Berdasarkan pemberitaan ANTARA pada Desember 2013, Selo menggunakan motor listrik dengan daya sekitar 130 kW atau setara kurang lebih 174 hp. Kendaraan ini disebut memiliki kemampuan tempuh teoritis sekitar 200 km dalam sekali pengisian daya.

Berikut ringkasan informasi yang pernah diberitakan mengenai Selo.

Aspek

Informasi

Jenis kendaraan

Mobil sport listrik

Tahun pengembangan

2013

Pengembang

Ricky Elson bersama tim

Bentuk bodi

Sport dua pintu

Motor listrik

Sekitar 130 kW

Jarak tempuh teoritis

Sekitar 200 km

Sistem transmisi

Menggunakan gearbox

Status

Purwarupa, bukan mobil produksi massal

Perlu dicatat, angka jarak tempuh tersebut merupakan informasi yang diberitakan saat pengembangan awal, bukan hasil pengujian standar yang dapat langsung dibandingkan dengan mobil listrik modern. Data kapasitas baterai, waktu pengisian daya, dan performa dalam berbagai kondisi juga tidak tersedia secara lengkap dalam sumber yang dirujuk.

Apakah Mobil Listrik Selo Punya Generasi Terbaru?

Pertanyaan ini menarik karena Selo sempat disebut akan dikembangkan lebih lanjut setelah purwarupa pertamanya diperkenalkan.

a. Selo Generasi Pertama

Selo yang diperkenalkan pada 2013 merupakan purwarupa mobil sport listrik dengan desain khas dan motor listrik sekitar 130 kW berdasarkan pemberitaan saat itu. Pengembangannya berfokus pada pembuktian bahwa tim Indonesia mampu merancang dan membangun kendaraan listrik sendiri.

b. Rencana Selo Generasi Kedua

Pada 2013, muncul pemberitaan mengenai rencana pengembangan Selo generasi berikutnya. Namun, rencana tersebut tidak sama dengan peluncuran generasi baru yang sudah diproduksi dan dipasarkan secara resmi.

Hingga kini, tidak ada informasi tepercaya yang menunjukkan bahwa Selo telah berkembang menjadi lini kendaraan dengan beberapa varian produksi massal. Jadi, kamu perlu membedakan antara rencana pengembangan, purwarupa yang pernah dibuat, dan model komersial yang benar-benar dijual.

Selo dan Proyek Mobil Listrik Anak Bangsa Lainnya

Selo bukan satu-satunya kendaraan yang muncul dalam gelombang pengembangan mobil listrik Indonesia pada periode tersebut. Ada beberapa proyek lain dengan karakter berbeda.

Nama

Karakter kendaraan

Keterangan

Tucuxi

Mobil sport listrik

Purwarupa yang lebih dahulu dikembangkan

Selo

Mobil sport listrik

Dikembangkan pada 2013 oleh tim Ricky Elson

Gendhis

MPV listrik

Proyek kendaraan listrik dengan konsep mobil keluarga

Mobil listrik Dasep Ahmadi

City car dan bus listrik

Dikembangkan untuk kebutuhan transportasi berbeda

Gendhis, misalnya, dirancang sebagai MPV listrik, bukan sebagai varian Selo. Sementara itu, proyek mobil listrik Dasep Ahmadi menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik lokal juga mencakup mobil perkotaan dan angkutan umum.

Keberagaman proyek tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik Indonesia sejak awal tidak hanya berfokus pada mobil sport, tetapi juga mencoba menjangkau kebutuhan mobilitas masyarakat.

BUTTON - SIMULASI.webp

Apakah Mobil Listrik Selo Bisa Dibeli Sekarang?

Selo tidak dikenal sebagai mobil yang tersedia melalui jaringan penjualan kendaraan komersial. Karena statusnya merupakan purwarupa, tidak ada daftar harga resmi terkini atau pilihan varian produksi massal yang dapat dijadikan acuan pembelian.

Namun, kisah Selo tetap relevan bagi kamu yang ingin mengenal perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Proyek ini menjadi salah satu contoh upaya anak bangsa dalam merancang teknologi otomotif sendiri, meskipun belum sampai pada tahap pemasaran massal.

Jika kamu sedang mempertimbangkan kendaraan untuk penggunaan harian, pilihan mobil perlu disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, anggaran, efisiensi energi, dan ketersediaan layanan perawatan. Mobil berbahan bakar bensin yang irit atau mobil hybrid bisa menjadi alternatif untuk dipelajari, terutama jika kamu belum memiliki akses pengisian daya di rumah.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Buatan Indonesia, Apa Saja Mereknya?

FAQ

1. Berapa harga mobil listrik Selo? 

Biaya pembuatan mobil listrik Selo diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar pada 2013. Angka tersebut bukan harga jual resmi karena Selo tidak dipasarkan secara massal.

2. Mobil listrik Selo tahun berapa? 

Mobil listrik Selo dikembangkan pada 2013 dan diperkenalkan dalam rangkaian KTT APEC di Bali pada Oktober 2013.

3. Ricky Elson sekarang di mana? 

Ricky Elson dikenal mengembangkan teknologi motor listrik melalui kegiatan riset dan inovasi di Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia juga tercatat sebagai pendiri Lentera Bumi Nusantara.

4. Berapa harga mobil listrik? 

Harga mobil listrik di Indonesia bervariasi, mulai dari sekitar Rp150–200 jutaan untuk sejumlah model mungil hingga lebih dari Rp1 miliar untuk model premium. Harga bergantung pada merek, tipe, dan kebijakan terbaru masing-masing produsen

BUTTON - PENAWARAN.webp

Temukan Mobil yang Sesuai dengan Kebutuhanmu di Caroline.id

Kisah Selo membuktikan bahwa inovasi otomotif Indonesia punya perjalanan panjang. Sementara teknologi kendaraan listrik terus berkembang, kamu tetap bisa memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dan kemampuan finansial.

Melalui Caroline.id, kamu bisa mengeksplorasi pilihan mobil yang tersedia, termasuk kendaraan berbahan bakar bensin yang efisien untuk penggunaan harian. Setiap unit yang dipasarkan juga dilengkapi pemeriksaan menyeluruh lebih dari 150 titik untuk membantu kamu mengetahui kondisi kendaraan dengan lebih jelas.

Untuk menambah ketenangan setelah pembelian, tersedia Garansi 7G+ selama satu tahun yang mencakup mesin, transmisi, AC, rem, kelistrikan, penggerak, kemudi, dan kaki-kaki. Ada pula Buyback Warranty sesuai syarat dan ketentuan, berupa pengembalian uang 100% apabila terbukti mobil mengalami tabrakan besar atau banjir berat.

Masih punya pertanyaan seputar pilihan mobil atau layanan Caroline.id? Yuk, hubungi kami via WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

BUTTON - TEST DRIVE.webp

Berikut layanan Caroline.id yang bisa kamu manfaatkan:

Buat Artikel EV - BUTTON - JUAL MOBIL.webp

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Mobil Listrik Selo: Kisah Mobil Listrik Karya Anak Bangsa