Mobil Listrik Pertama di Indonesia, Ini Sejarah Lengkapnya

author-image
Dany M. Ridwan | 24 Okt 2026
Share
share-mobil
Detail Article

Mobil listrik pertama di Indonesia tidak lahir dari satu model yang bisa langsung disebut sebagai jawaban mutlak. Perjalanan kendaraan listrik di Tanah Air mulai menarik perhatian publik melalui berbagai prototipe karya anak bangsa, seperti mobil listrik Ahmadi, Tucuxi, Selo, dan Gendhis, sebelum akhirnya berkembang menjadi industri yang semakin serius. 

Kini, mobil listrik bukan lagi sekadar eksperimen teknologi, tetapi sudah menjadi pilihan transportasi yang bisa digunakan sehari-hari. Penasaran bagaimana perjalanan panjangnya? Yuk, kenali sejarahnya dari awal hingga era mobil listrik modern!

Awal Mula Mobil Listrik di Indonesia

Jauh sebelum mobil listrik ramai terlihat di jalanan, sejumlah pengembang Indonesia sudah mencoba menciptakan kendaraan yang digerakkan tenaga listrik. Tujuannya bukan hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga membuktikan bahwa Indonesia mampu mengembangkan kendaraan dengan sumber energi alternatif.

Salah satu periode penting dalam sejarah mobil listrik nasional terjadi sekitar 2012–2014. Pada masa itu, pengembangan kendaraan listrik mendapatkan perhatian luas, termasuk melalui dukungan Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN.

Namun, perlu dipahami bahwa mobil yang diperkenalkan pada periode tersebut sebagian besar masih berupa prototipe atau proyek pengembangan. Kehadirannya belum berarti kendaraan tersebut sudah siap diproduksi massal dan dijual secara luas kepada masyarakat.

Baca juga Artikel: Sejarah Nissan: Pernah Hampir Bangkrut, Kini Jadi Raksasa Otomotif

Mengenal Mobil Listrik Pertama dan Prototipe Buatan Indonesia

Ada beberapa nama yang menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan mobil listrik di Indonesia. Masing-masing memiliki bentuk, pengembang, dan cerita yang berbeda.

1. Mobil Listrik Ahmadi

Mobil listrik Ahmadi merupakan salah satu proyek kendaraan listrik lokal yang diperkenalkan pada 2012. Kendaraan ini dikembangkan oleh Dasep Ahmadi melalui perusahaannya, PT Sarimas Ahmadi Pratama, yang berbasis di Depok, Jawa Barat.

Proyek ini menjadi salah satu contoh upaya pengembangan mobil listrik oleh insinyur Indonesia. Kehadirannya memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik tidak harus selalu bergantung pada produsen otomotif besar dari luar negeri.

Meski demikian, mobil Ahmadi belum berkembang menjadi kendaraan penumpang yang diproduksi massal dan digunakan secara luas seperti mobil listrik modern saat ini.

2. Tucuxi, Mobil Listrik Bergaya Sport

Nama Tucuxi mulai dikenal publik ketika diperkenalkan pada 23 Desember 2012 di Jakarta. Mobil listrik berwarna merah ini dirancang oleh Danet Suryatama, seorang insinyur Indonesia yang memiliki pengalaman di bidang otomotif.

Bentuknya menyerupai mobil sport dengan desain aerodinamis. Karena tampilannya, Tucuxi sempat menarik perhatian masyarakat dan mendapat julukan Ferrari listrik Indonesia.

Namun, perjalanan Tucuxi tidak berjalan mulus. Pada Januari 2013, mobil ini mengalami kecelakaan saat menjalani perjalanan uji coba yang dikemudikan Dahlan Iskan di wilayah Magetan, Jawa Timur. Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian yang paling banyak diingat dalam perjalanan pengembangan mobil listrik nasional.

3. Selo, Penerus Proyek Mobil Listrik Nasional

Setelah Tucuxi, muncul Selo, mobil listrik sport yang dikembangkan oleh Ricky Elson bersama tim pengembang kendaraan listrik nasional.

Selo diperkenalkan pada 2013 dan menjadi salah satu kendaraan yang menarik perhatian dalam rangkaian pengembangan mobil listrik Indonesia. Desainnya sporty, dengan tampilan yang mengingatkan pada mobil sport premium.

Kehadiran Selo juga memperlihatkan bahwa pengembangan mobil listrik nasional tidak hanya berfokus pada kendaraan ekonomis, tetapi juga mencoba mengeksplorasi desain dan performa.

Walaupun demikian, Selo tidak berlanjut menjadi produk yang dipasarkan secara luas. Tantangan pengujian, regulasi, pendanaan, dan kesiapan industri masih menjadi hambatan dalam perjalanan proyek tersebut.

4. Gendhis, Mobil Listrik Berjenis MPV

Kalau Selo tampil sebagai mobil sport, Gendhis hadir dengan konsep berbeda. Kendaraan listrik ini dikembangkan sebagai mobil penumpang berukuran besar dengan bentuk menyerupai MPV premium.

Gendhis menjadi bukti bahwa pengembangan mobil listrik lokal pada masa itu tidak terbatas pada satu jenis kendaraan saja. Para pengembang juga mencoba menghadirkan kendaraan yang bisa menampung lebih banyak penumpang.

Sayangnya, seperti Selo, Gendhis tidak berkembang menjadi model yang diproduksi massal untuk pasar umum.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Pertama di Dunia, Sejarahnya Mengejutkan

5. E&C dan Proyek Kendaraan Listrik Lainnya

Selain empat nama tersebut, ada pula berbagai proyek kendaraan listrik yang melibatkan mahasiswa, peneliti, dan institusi pendidikan. Salah satunya adalah E&C yang dikembangkan oleh mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Berbagai proyek ini menunjukkan bahwa minat terhadap kendaraan listrik sudah tumbuh di lingkungan akademik dan rekayasa Indonesia. Walaupun tidak semuanya berhasil mencapai tahap komersial, kontribusinya tetap menjadi bagian dari proses belajar dan pengembangan teknologi kendaraan listrik nasional.

Mengapa Mobil Listrik Buatan Indonesia Belum Langsung Diproduksi Massal?

Menciptakan prototipe dan membangun industri otomotif merupakan dua hal yang berbeda. Mobil yang berhasil dibuat dan dapat berjalan belum tentu siap dijual kepada masyarakat. Ada beberapa tantangan yang perlu diatasi agar mobil listrik bisa diproduksi massal.

  • Pengujian dan homologasi: Kendaraan harus memenuhi ketentuan teknis dan keselamatan yang berlaku sebelum dapat dipasarkan secara legal.

  • Pendanaan: Pengembangan baterai, motor listrik, perangkat elektronik, dan sistem keselamatan membutuhkan investasi besar.

  • Produksi komponen: Ketersediaan komponen dan rantai pasok yang konsisten berpengaruh terhadap biaya serta kemampuan produksi.

  • Layanan purnajual: Konsumen membutuhkan bengkel, teknisi, suku cadang, dan dukungan perawatan yang memadai.

Karena itu, keberhasilan membuat mobil listrik lokal merupakan langkah awal yang penting, tetapi belum cukup untuk membangun industri kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Perkembangan Mobil Listrik Indonesia Memasuki Era Modern

Perjalanan mobil listrik Indonesia mulai memasuki babak baru ketika dukungan pemerintah dan industri semakin terarah. Salah satu tonggak pentingnya adalah Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan. Regulasi ini menjadi landasan untuk mendorong pengembangan industri, pemberian insentif, dan penyediaan infrastruktur pengisian daya. Pada 2023, kebijakan tersebut diperbarui melalui Perpres Nomor 79 Tahun 2023.

Perubahan ini turut mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik yang lebih luas, mulai dari perakitan kendaraan hingga pengembangan fasilitas pengisian daya.

Mobil Listrik Modern yang Mulai Dikenal Masyarakat

Berbeda dengan prototipe pada awal 2010-an, sejumlah mobil listrik modern sudah dipasarkan secara komersial di Indonesia. Beberapa contohnya adalah:

  • Hyundai Ioniq 5: Mobil listrik dengan desain futuristis yang dirakit di Indonesia.
  • Wuling Air ev: Mobil listrik berukuran ringkas yang cocok dipertimbangkan untuk mobilitas perkotaan.
  • BYD Atto 1: Salah satu model yang ikut meramaikan segmen mobil listrik dengan ukuran kompak.
  • BYD M6: Mobil listrik berkapasitas penumpang lebih besar untuk kebutuhan keluarga.

Model-model tersebut bukanlah mobil listrik pertama yang pernah dibuat di Indonesia. Kehadirannya menandai perkembangan berbeda, yaitu ketika kendaraan listrik mulai tersedia sebagai produk komersial dengan dukungan layanan dan infrastruktur yang terus berkembang.

BUTTON - SIMULASI.webp

Apakah Mobil Listrik Cocok untuk Penggunaan Sehari-hari?

Mobil listrik bisa menjadi pilihan menarik untuk perjalanan harian, terutama jika jarak tempuh dan akses pengisian daya sesuai dengan kebutuhanmu. Biaya energi juga berpotensi lebih hemat dibandingkan penggunaan bensin, meskipun hasilnya bergantung pada tarif listrik, pola berkendara, dan biaya kepemilikan lainnya.

Sebelum membeli, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jarak tempuh: Sesuaikan kemampuan baterai dengan rute harian dan perjalanan luar kota.

  • Pengisian daya: Pastikan kamu memiliki akses ke fasilitas pengisian di rumah atau lokasi umum.

  • Kondisi baterai: Jika mempertimbangkan unit yang sudah pernah digunakan, riwayat dan kesehatan baterai perlu diperiksa.

  • Biaya kepemilikan: Hitung harga kendaraan, asuransi, pajak, perawatan, serta kebutuhan instalasi pengisian daya.

Kalau kebutuhanmu lebih cocok dengan mobil berbahan bakar bensin, kamu juga bisa mempertimbangkan mobil LCGC yang dikenal praktis untuk penggunaan harian atau mobil hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan berkendara dan anggaran, bukan hanya mengikuti tren.

Baca juga Artikel: Mobil Listrik Buatan Indonesia, Apa Saja Mereknya?

FAQ

1. Kapan pertama kali mobil listrik masuk Indonesia?

Mobil listrik mulai mendapat perhatian besar di Indonesia pada 2012. Pada 26 Juni 2012, LIPI bekerjasama dengan BPPT meluncurkan mobil listrik nasional yang masih berupa prototipe. Sementara itu, mobil listrik pertama yang dirakit di Indonesia untuk pasar komersial adalah Hyundai IONIQ 5, yang diluncurkan pada 16 Maret 2022.

2. Siapa pencipta mobil listrik di Indonesia?

Tidak ada satu orang yang bisa disebut sebagai pencipta seluruh mobil listrik di Indonesia. Beberapa tokoh yang berperan dalam pengembangannya antara lain Dasep Ahmadi, pengembang mobil listrik Ahmadi; Danet Suryatama, perancang mobil listrik Tucuxi; serta Ricky Elson, yang terlibat dalam pengembangan mobil listrik Selo.

3. Apa mobil listrik pertama di dunia?

Mobil listrik pertama di dunia tidak memiliki satu jawaban yang sepenuhnya disepakati karena perkembangannya berlangsung bertahap. Sekitar 1832, Robert Anderson dari Skotlandia mengembangkan kendaraan listrik sederhana. Sementara itu, mobil listrik praktis mulai berkembang pada akhir abad ke-19 seiring kemajuan teknologi baterai dan motor listrik.

BUTTON - PENAWARAN.webp

Perjalanan Mobil Listrik Indonesia, dari Ide hingga Jalanan

Sejarah mobil listrik pertama di Indonesia merupakan perjalanan panjang yang melibatkan banyak pengembang, mulai dari proyek Ahmadi, Tucuxi, Selo, dan Gendhis hingga hadirnya mobil listrik modern. Meskipun prototipe awal belum berkembang menjadi produk massal, berbagai upaya tersebut ikut membuka jalan bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Buat Sobi Caroline, memahami sejarah ini bisa menjadi bekal untuk memilih kendaraan yang paling sesuai dengan kebutuhan. Jika mobil listrik belum cocok untuk kondisi dan anggaranmu, tidak ada salahnya mempertimbangkan mobil bensin yang irit atau mobil hybrid. Yuk, cari tahu pilihan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhanmu melalui Caroline.id!

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan pilihan mobil yang tersedia, silakan hubungi kami via WhatsApp.

BUTTON - TEST DRIVE.webp

Layanan Caroline.id untuk Membantu Kebutuhan Mobilmu

Buat Artikel EV - BUTTON - JUAL MOBIL.webp

AUTHOR
author-image

Ikuti Kami

Jual Beli Bergaransi!

Proses serba cepat dan transparan. Inspeksi cepat 30 menit dan gratis kemudian team kami akan memberikan penawaran harga sesuai hasil inspeksi. Jika sepakat jual, pembayaran akan langsung ditransfer ke rekening Anda kurang dari 1 jam.

Mobil Listrik Pertama di Indonesia, Ini Sejarah Lengkapnya